Dorong Sekolah Rakyat Jadi Solusi Pendidikan, Gus Ipul Pastikan Seleksi Siswa Bebas Kecurangan dan Titipan
Gabriel Anderson Nainggolan• Rabu, 1 April 2026 | 20:59 WIB
Gus Ipul beserta jajaran Kementerian Sosial RI sedang melakukan rapat bersama (Foto: kemensos.go.id)
RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi proses penerimaan siswa baru untuk program Sekolah Rakyat usai momentum Lebaran 2026.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu. Persiapan yang matang dinilai menjadi kunci utama agar pelaksanaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Gus Ipul menegaskan bahwa proses penerimaan siswa tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa atau tanpa perencanaan yang jelas.
Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) hingga pemerintah daerah, untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas program Sekolah Rakyat di mata publik.
Dalam pelaksanaannya nanti, pendamping PKH akan memegang peran vital sebagai ujung tombak dalam menjaring calon peserta didik. Mereka bertugas mengidentifikasi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang berhak mendapatkan akses pendidikan melalui program ini. Selain itu, pendamping juga akan mendapatkan pembekalan khusus agar proses seleksi berjalan objektif dan transparan.
Program Sekolah Rakyat sendiri memang difokuskan bagi keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Dengan demikian, pemerintah berharap bantuan pendidikan ini benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan, bukan justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.
Gus Ipul juga memberikan peringatan keras terkait potensi penyimpangan dalam proses penerimaan siswa. Ia menegaskan bahwa praktik titipan, pungutan liar, maupun bentuk kecurangan lainnya tidak boleh terjadi. Pemerintah berkomitmen menjaga integritas program ini agar tetap bersih dan adil bagi seluruh calon siswa.
Dalam mekanisme seleksi, proses akan dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari verifikasi oleh pendamping PKH di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pengajuan ke pemerintah daerah, hingga akhirnya diverifikasi oleh Kementerian Sosial. Tahapan ini dirancang untuk memastikan data calon siswa benar-benar valid dan sesuai kriteria.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan puluhan ribu siswa baru dapat diterima dalam program Sekolah Rakyat. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan.
Tidak hanya dari sisi penerimaan siswa, pemerintah juga terus mengembangkan infrastruktur pendukung. Pembangunan gedung Sekolah Rakyat dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan layak dan nyaman. Fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Sekolah Rakyat dirancang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan konsep berkelanjutan ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pendidikan secara utuh tanpa terputus di tengah jalan. Hal ini menjadi nilai tambah dibandingkan program bantuan pendidikan lainnya.
Pada akhirnya, program Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi bangsa yang unggul.
Dengan persiapan yang matang dan pelaksanaan yang bersih, program ini diharapkan mampu melahirkan SDM berkualitas yang siap menghadapi tantangan masa depan.***