RADAR BOGOR - Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CR-IBS) resmi menjadi sekolah percontohan penerapan energi terbarukan lewat Program Sekolah Energi yang diinisiasi Onepulse Indonesia.
Adapun, kick off program digelar di SMA Rancamaya IBS, Sabtu 4 April 2026, berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Berguna, Digikademi, serta sejumlah lembaga energi nasional dan internasional.
Mengusung tema “Introduction to Green Energy and Global Climate Issues”, kegiatan ini menghadirkan para ahli di bidang energi hijau, di antaranya Nada Zharfania Zuharia (Net Zero Senior Analyst, World Resources Institute) serta Gadiz Liberty Namira (Sustainable & Renewable Energy Junior Associate Officer, ASEAN Center of Energy).
Project Lead Onepulse Indonesia, Fauzia Hafida Rahmah, memaparkan urgensi hadirnya talenta hijau bagi masa depan transisi energi Indonesia. Fauzia menjelaskan, percepatan energi terbarukan Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi dan investasi, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia.
“Dari kajian global sampai nasional, ada tiga faktor kunci untuk transisi energy yakni teknologi, investasi, dan green talent, dua faktor pertama sudah bergerak, tinggal talenta yang harus dipersiapkan sejak SMA dan universitas,” ujar Fauzia.
Menurutnya, Program Sekolah Energi hadir untuk memastikan generasi muda memiliki pengetahuan dasar hingga motivasi memilih bidang energi terbarukan di perguruan tinggi.
“Kalau mereka kuliah ke luar negeri dan belajar teknologi terbaru, harapannya mereka jadi pionir yang pulang dan membawa inovasi untuk Indonesia,” jelas Fauzia.
Baca Juga: Banjir Langganan di Leuwiranji Bogor, Warga Keluhkan Drainase Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
Onepulse Indonesia memilih Bogor sebagai lokasi peluncuran karena rekam jejaknya dalam pengelolaan lingkungan.
“Bogor dikenal sebagai kota dengan prestasi di Adiwiyata dan tata kelola hijau. Edukasi dan awareness masyarakatnya sudah tinggi dan ini kota yang tepat untuk melahirkan generasi energi hijau,” ungkapnya.
Ia berharap keberhasilan Bogor bisa menjadi inspirasi bagi perluasan program ke wilayah lainnya, termasuk di Kalimantan, Papua, dan Aceh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menyebut kick off Program Sekolah Energi sebagai bukti bahwa kesadaran energi hijau tidak hanya hadir di pemerintah, tetapi sudah merambah dunia pendidikan.
“Ini mempertegas komitmen menuju Green City. Teknologi energi seperti panel surya sudah lama dikenal, tapi tidak semua sekolah mampu menjalankan. Kami berharap Cahaya Rancamaya bisa jadi contoh yang benar-benar berjalan,” ucapnya.
Herry menyebut SMPN 21 Kota Bogor sudah memiliki instalasi panel surya, namun belum beroperasi optimal.
“Harapan saya, Cahaya Rancamaya bisa jadi transfer knowledge untuk sekolah-sekolah lain,” katanya.
Di tempat yang sama Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Ari Rosandi, mengatakan pihaknya sudah memulai penerapan energi terbarukan sejak awal tahun.
“Kami sudah memasang panel surya di gedung asrama sejak Januari dan dampaknya positif, terutama efisiensi biaya listrik, dan menjadi sarana belajar langsung bagi siswa,” terang Ari.
Ari menyebut sekolah berencana menambah titik panel surya di gedung lain.
“Ini bagian dari komitmen kami mendukung program pemerintah menuju transisi energi 2030,” kata Ari.
Ia berharap Cahaya Rancamaya bisa menjadi sekolah rujukan nasional dalam penerapan energi terbarukan.
“Sekolah swasta pun bisa berkontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih hijau,” tegasnya.(ded)
Editor : Eka Rahmawati