RADAR BOGOR - Indonesia kembali mencatat inovasi penting di bidang industri halal dan kesehatan.
Produk kolagen gelatin halal bernama Collagel resmi hadir sebagai solusi atas tingginya ketergantungan terhadap produk impor yang selama ini mendominasi pasar dalam negeri.
Berdasarkan informasi dari laman resmi IPB University, pengembangan Collagel merupakan hasil kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga sosial.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair 10 April 2026? KPM Wajib Simak Aturan Baru Kemensos Soal Pembaruan Data
Inovasi ini melibatkan Prof Tun Tedja Irawadi dari Halal Science Center IPB University serta Prof Mala Nurilmala dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Selain itu, proyek ini juga didukung oleh PT Geltech Prima Indonesia dan Lembaga Wakaf Nurul Taqwa (LWNT) PT Indosat.
Collagel dikembangkan menggunakan bahan baku ikan berkualitas tinggi yang terjamin kehalalannya.
Baca Juga: Tabrak Tiang Listrik, Mobil Fortuner Terbalik di Jalan Transyogi Bogor
Produk ini hadir untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor, mulai dari industri pangan, kosmetik, farmasi, hingga kesehatan.
Selama ini, sebagian besar kolagen gelatin di Indonesia masih berasal dari impor dengan bahan dasar babi atau sapi yang status kehalalannya kerap menjadi perhatian masyarakat.
Dalam narasi yang disampaikan oleh pihak IPB University, kehadiran Collagel disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri halal nasional sekaligus memberikan alternatif yang aman dan terpercaya bagi konsumen Muslim di Indonesia.
Baca Juga: Resmi Diangkat ke Layar Lebar, Berikut Jajaran Pemain Film Zona Merah
Tidak hanya digunakan untuk kebutuhan industri, Collagel juga tersedia dalam bentuk siap konsumsi berupa liquigel dengan berbagai varian rasa, seperti plain, mint, jahe, dan jeruk.
Produk ini dirancang untuk memberikan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya membantu menjaga kesehatan sendi, merawat kulit, meningkatkan kualitas tidur, hingga berperan sebagai antioksidan dan antiaging.
Lebih jauh, inovasi ini juga membawa dampak sosial.
Sebagian keuntungan dari penjualan Collagel akan dialokasikan untuk kegiatan amal, termasuk program beasiswa bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.
Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Collagel sendiri resmi diluncurkan pada 15 Februari 2025 sebagai bagian dari upaya hilirisasi inovasi di sektor perikanan atau yang dikenal dengan konsep blue food.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT 2026 Berubah, Ini Jadwal Baru dan Skema Pencairan Tahap 2 yang Wajib Diketahui
Langkah ini dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.
Selain itu, fasilitas produksi Collagel juga telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sehingga semakin memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk ini.
Baca Juga: Hujan Tanpa Henti Picu Banjir dan Longsor di Rumpin, Puluhan Rumah Warga Terdampak
Melalui kehadiran Collagel, Indonesia tidak hanya menghadirkan inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem industri halal yang mandiri, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi perekonomian nasional. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim