Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Heboh Inovasi Prolislim, Obat Herbal Pelangsing dari IPB University Dinilai Ampuh Turunkan Lemak dan Cegah Obesitas

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 5 April 2026 | 09:20 WIB
Obat herbal pelangsing asal IPB University, Prolislim ampuh kurangi lemak hingga obesitas. (foto; IPB)
Obat herbal pelangsing asal IPB University, Prolislim ampuh kurangi lemak hingga obesitas. (foto; IPB)

RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang dari dunia riset kesehatan Indonesia. 

Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB University) berhasil mengembangkan inovasi herbal bernama Prolislim, yang digadang-gadang menjadi solusi alami dalam mengatasi obesitas sekaligus menekan risiko penyakit kronis.

Produk ini dikembangkan oleh Prof Dyah Iswantini bersama tim peneliti IPB University dengan memanfaatkan kekayaan hayati lokal. 

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Triwulan 2 Periode April-Mei-Juni 2026: Info Terbaru dari Kemensos dan BPS

Prolislim diformulasikan dari dua bahan utama, yakni asam gelugur dan kunci pepet, yang selama ini dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman dengan manfaat penurun berat badan.

Berdasarkan informasi dari laman resmi IPB University, Prolislim bekerja dengan memengaruhi metabolisme tubuh serta menghambat penumpukan lemak, terutama pada kondisi konsumsi makanan tinggi lemak. 

Dengan mekanisme tersebut, produk ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga berpotensi menekan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan kardiovaskular.

Baca Juga: Inovasi Baru dari IPB, C Et Chic Diklaim Mampu Perbaiki Gigi Rusak dan Atasi Ngilu dalam 3 Minggu

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Prof Dyah Iswantini, hasil penelitian menunjukkan bahwa formula Prolislim memiliki potensi signifikan sebagai agen antiobesitas. 

Hal ini terlihat dari uji coba pada hewan yang menunjukkan penurunan berat badan hingga lebih dari 11 persen dalam waktu 12 hari.

Kandungan kalsium hidroksisitrat (HCA) pada asam gelugur berperan dalam menghambat pembentukan lemak, sementara kunci pepet mengandung senyawa aktif yang dapat menekan pembentukan jaringan lemak baru. 

Baca Juga: Film Na Willa Tembus 1 Juta Penonton, Raih Antusiasme Tinggi di Bioskop

Kombinasi kedua bahan ini menjadi dasar utama efektivitas Prolislim dalam mengontrol berat badan.

Dari sisi keamanan, produk ini telah melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk uji praklinik dan uji toksisitas. 

Hasilnya menunjukkan, Prolislim aman digunakan dan tidak bersifat racun. 

Baca Juga: Hujan Deras Picu Puluhan Bencana di Berbagai Wilayah di Kabupaten Bogor, Sehari 23 Kejadian 

Uji in vivo juga memperlihatkan bahwa produk ini mampu menjaga kondisi tubuh tetap mendekati normal meskipun dalam pola makan tinggi lemak.

Prolislim juga telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu inovasi paling prospektif di Indonesia serta mengantongi paten untuk metode ekstraksi bahan bakunya. 

Selain itu, produk ini telah memenuhi kriteria sebagai kandidat Obat Herbal Terstandar (OHT).

Baca Juga: Kabar Baik untuk KPM! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Dipercepat, Ini Bocoran Jadwal Pencairannya

Dalam pengembangannya, Prolislim diproduksi oleh PT Indofarma Tbk dan telah melalui tahap uji pasar. 

Hasilnya menunjukkan respon positif, termasuk adanya penurunan lingkar pinggang pada responden perempuan dalam waktu sekitar satu bulan penggunaan.

Melalui inovasi ini, IPB University menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis bahan alami lokal. 

Baca Juga: Canggih, AWS Komunitas IPB University Bantu Petani Prediksi Cuaca dan Cegah Gagal Panen

Prolislim diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif dalam mengatasi obesitas sekaligus mendukung kemandirian industri farmasi nasional.

Dengan meningkatnya angka obesitas di Indonesia, kehadiran Prolislim menjadi harapan baru bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan tubuh secara alami tanpa ketergantungan pada produk impor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Prolislim #Prof Dyah Iswantini #institut pertanian bogor #lemak #ipb university