RADAR BOGOR - Inovasi terbaru di dunia pertanian hadir dari Institut Pertanian Bogor (IPB University).
Tim peneliti yang terdiri dari Dr. Slamet Widodo, Dr. Ir. Mohamad Solahudin, Dr. Agus Ghautsun Niam dan Lilis Sucahyo menciptakan Mini Plant Factory berbasis Internet of Things (IoT) yang dinilai mampu mengubah cara budidaya tanaman di Indonesia.
Sistem ini dirancang sebagai rumah tanaman tertutup dalam kontainer, dilengkapi dengan irigasi otomatis dan sumber cahaya buatan, yang memungkinkan pengendalian lingkungan mikro secara presisi.
Menurut tim peneliti, Mini Plant Factory ini dapat mengatur suhu, intensitas, durasi dan spektrum cahaya, serta pasokan nutrisi tanaman secara optimal.
Selain itu, teknologi IoT yang diterapkan membuat pemantauan kondisi tanaman menjadi lebih mudah.
Semua data lingkungan bisa diakses melalui smartphone, sehingga petani dan peneliti bisa memastikan tanaman tumbuh dalam kondisi terbaik.
Baca Juga: Lepas Estetika Ungu, Olivia Rodrigo Resmi Umumkan Kehadiran Album Ketiganya
Jika terjadi gangguan eksternal selama proses budidaya, sistem ini mampu mendeteksi masalah secara real-time dan memungkinkan penanganan jarak jauh.
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemudahannya bagi pengguna. Sistem monitoring dirancang user-friendly, sehingga siapa pun dapat mengaksesnya tanpa membutuhkan keahlian teknis yang tinggi.
Tim peneliti menekankan bahwa teknologi ini bukan hanya mendukung penelitian di bidang pertanian indoor, tetapi juga bisa menjadi solusi bagi tantangan pertanian di Indonesia yang masih sangat bergantung pada kondisi alam.
Baca Juga: Tim Ground Check PBI-JK Tahap 2 Mulai Turun Bertugas Awal April 2026, Simak Info Lengkapnya di Sini
Mini Plant Factory ini disebut sebagai salah satu langkah strategis untuk menghadirkan pertanian masa depan, yang tidak hanya efisien, tetapi juga lebih berkelanjutan.
Dengan kemampuannya mengontrol setiap aspek lingkungan tanaman secara digital, teknologi ini membuka peluang baru bagi pengembangan urban farming dan inovasi di sektor agrikultur. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim