RADAR BOGOR - Dalam unggahan Instagram @Kemensosri, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan afirmatif dengan pendekatan istimewa yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN).
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Pertemuan Sekretaris Bersama Sekolah Rakyat yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Daerah Bogor di Kantor Kementerian Sosial pada Kamis, 2 April 2026.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah.
Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan penanganan yang juga istimewa, mulai dari kualitas guru, pemenuhan hak siswa, hingga dukungan fasilitas pembelajaran modern.
Setiap siswa mendapatkan laptop, seragam, dan perlengkapan sekolah lengkap, dengan proses pembelajaran yang didukung oleh learning management system (LMS) serta papan tulis digital.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Sekolah Rakyat juga menghadirkan intervensi menyeluruh terhadap keluarga siswa.
Orang tua diberdayakan melalui bantuan sosial, perbaikan rumah agar layak huni, serta didorong untuk menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi.
Berdasarkan data yang ada, dari sekitar 6.000 siswa Sekolah Rakyat jenjang menengah atas, sebanyak 74 persen menyatakan memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Seluruh lulusan pun akan didampingi, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Melalui program ini, pemerintah memastikan Sekolah Rakyat menjadi ruang nyata bagi anak-anak prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan menjadi agen perubahan bagi masa depan mereka.***
Editor : Eli Kustiyawati