RADAR BOGOR - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan peninjauan langsung ke lokasi PTDI-STTD di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 6 April 2026.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi kelayakan PTDI-STTD sebagai calon titik perluasan Sekolah Rakyat di wilayah Jabodetabek, sesuai dengan arahan Presiden.
Lokasi tersebut memiliki fasilitas asrama empat lantai yang mampu menampung sekitar 400 orang, ditambah gedung-gedung yang berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Dirancang Khusus untuk Anak-Anak Keluarga Prasejahtera
Secara fisik, kondisi fasilitas di PTDI-STTD dinilai sudah sangat memadai dan siap digunakan.
Namun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu dipastikan, di antaranya penyelesaian aspek administrasi serta kesiapan teknis seperti pasokan air, aliran listrik, dan penataan ruang.
Tiga sarana utama yang harus segera disiapkan sebelum operasional dimulai adalah ruang kelas, asrama, serta dapur dan ruang makan bagi para siswa.
Program Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Di lapangan, kondisi yang ditemukan cukup memprihatinkan, di mana masih ada anak-anak yang enggan pulang ke rumah karena tidak tersedia makanan.
Banyak orang tua pun menaruh harapan besar agar anak-anak mereka bisa mengikuti program ini.
Secara nasional, pada tahun 2025 telah dioperasikan sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di 34 provinsi.
Saat ini, 104 sekolah permanen sedang dalam tahap pembangunan, sementara 100 lokasi tambahan tengah disiapkan untuk beroperasi pada 2026.
Jumlah siswa ditargetkan meningkat dua kali lipat, dari sekitar 15.000 menjadi 30.000 siswa.
Khusus untuk wilayah Jabodetabek, kapasitas siswa ditargetkan meningkat hingga lebih dari 1.000 orang.***
Editor : Eli Kustiyawati