RADAR BOGOR – Kabar membanggakan datang dari pesepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, Pratama Arhan resmi menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang.
Momen kelulusan Pratama Arhan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Baca Juga: Ingat! WFH Tiap Jumat, ASN Bogor Tetap Dipantau Lewat Tiga Kali Absensi
Melalui unggahan di Instagram @udinusofffcial, memperlihatkan dirinya saat menjalani sidang skripsi hingga dinyatakan lulus.
Penampilannya mengenakan jas almamater biru khas kampus pun mencuri perhatian, menandai salah satu pencapaian penting dalam hidupnya di luar dunia sepak bola.
Yang membuat pencapaian ini semakin menarik, Arhan disebut menjadi bagian dari lulusan yang menggunakan ijazah berbasis teknologi blockchain.
Sistem ini merupakan inovasi baru dalam dunia pendidikan Indonesia, di mana data akademik tersimpan secara digital dengan sistem yang lebih aman, transparan, dan sulit dimanipulasi.
Dengan teknologi ini, keaslian ijazah dapat diverifikasi dengan lebih mudah, sehingga meminimalisir risiko pemalsuan dokumen.
Tak hanya soal teknologi, perjalanan akademik Pratama Arhan juga patut diapresiasi.
Baca Juga: Go-Luge Puncak Bogor, Wisata Adrenalin dengan Gocart dan Luge Pertama di Indonesia
Di tengah jadwal padat sebagai pemain profesional yang saat ini memperkuat klub Bangkok United, ia tetap mampu membagi waktu antara latihan, pertandingan, serta tanggung jawab kuliah.
Konsistensinya dalam menjalani dua peran sekaligus ini menjadi bukti kedisiplinan dan komitmen yang kuat.
Dalam tugas akhirnya, Arhan mengangkat topik yang relevan dengan dunia olahraga modern.
Ia meneliti tentang peran brand ambassador, social media marketing, dan brand familiarity dalam meningkatkan penjualan produk olahraga, dengan studi kasus pada sepatu sepak bola merek Mizuno di Indonesia.
Baca Juga: Gelombang PHK Diprediksi KSPI Terjadi 3 Bulan Lagi, Ini Pemicunya
Topik ini dinilai cukup menarik karena menggambarkan bagaimana dunia olahraga saat ini tidak hanya berkutat pada performa di lapangan, tetapi juga melibatkan strategi pemasaran yang kuat.
Atlet, sebagai figur publik, memiliki peran penting dalam membangun citra suatu produk, terutama melalui media sosial yang kini menjadi salah satu kanal utama dalam promosi.
Keberhasilan Arhan menyelesaikan pendidikan juga menunjukkan bahwa ia tidak hanya fokus pada karier sebagai pesepak bola, tetapi juga mempersiapkan diri untuk masa depan di luar lapangan.
Pengetahuan yang ia dapatkan selama kuliah, khususnya di bidang manajemen dan pemasaran, bisa menjadi bekal berharga untuk berbagai peluang karier ke depan.
Tak berhenti di jenjang S1, Arhan bahkan dikabarkan berencana melanjutkan studi ke tingkat S2.
Ia disebut akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dengan peminatan Komunikasi Bisnis di kampus yang sama.
Baca Juga: Berlantai Baja, Jembatan Leuwiranji Penghubung Rumpin - Gunungsindur Bogor Rawan Kecelakaan
Langkah ini semakin menegaskan keseriusannya dalam mengembangkan diri secara akademik.
Pencapaian ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat. Banyak yang menganggap Pratama Arhan sebagai contoh positif bagi generasi muda, bahwa kesibukan bukan alasan untuk meninggalkan pendidikan.
Dengan manajemen waktu yang baik, keduanya tetap bisa dijalani secara seimbang.
Selain itu, kehadiran teknologi blockchain dalam sistem ijazah juga menjadi sorotan tersendiri.
Baca Juga: Di Balik Rapat Seskab dan Mensos: Bahas Sekolah Rakyat hingga Bansos Tepat Sasaran
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah maju bagi dunia pendidikan di Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap keaslian dokumen akademik di era digital.
Dengan segala pencapaiannya, Pratama Arhan kembali membuktikan bahwa dirinya tidak hanya berprestasi di lapangan hijau, tetapi juga mampu bersinar di dunia pendidikan. (Dian/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin