RADAR BOGOR – SMAN 10 Kota Bogor terus memperluas orientasi pembinaan lulusan. Tidak hanya berfokus pada siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi, sekolah juga memberikan perhatian serius bagi mereka yang memilih langsung terjun ke dunia kerja.
Melalui program bertajuk Life After School, sekitar 70 siswa kelas XII SMAN 10 Kota Bogor diproyeksikan untuk langsung kerja setelah lulus.
Program ini dirancang sebagai pembekalan keterampilan praktis dan kesiapan mental, agar lulusan SMAN 10 Kota Bogor mampu beradaptasi dengan cepat di dunia industri, bahkan membuka peluang berwirausaha.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arsal Hakim menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab terhadap seluruh siswa tanpa terkecuali.
“Sekolah tidak hanya mempersiapkan siswa yang akan melanjutkan kuliah, tetapi juga mereka yang ingin langsung bekerja setelah lulus. Minimal, mereka mampu mandiri dan menghidupi dirinya sendiri,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Dalam pelaksanaan program ini, SMAN 10 Kota Bogor juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bogor, seperti Universitas Bina Sarana Informatika dan IBIK Kesatuan.
Kolaborasi tersebut memberikan wawasan dunia kerja sekaligus membuka alternatif bagi siswa yang ingin tetap melanjutkan pendidikan, termasuk melalui peluang beasiswa dan jalur ikatan dinas.
Koordinator Kampus BSI Bogor, Sugiono menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab luas dalam menyiapkan masa depan generasi muda.
“Kami sangat mendukung program ini. Pendidikan tidak hanya untuk mereka yang melanjutkan kuliah, tetapi juga bagi siswa yang ingin langsung bekerja. Kami juga membuka kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan kuliah melalui program beasiswa hingga 100 persen,” ungkapnya.
Baca Juga: 4.323 Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pelaku Dibekuk di Tajurhalang Bogor
Dukungan serupa disampaikan Kepala SMAN 10 Kota Bogor, Supeni. Ia menilai program ini sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan lulusan di tengah dinamika sosial dan ekonomi saat ini.
“Kegiatan ini sangat baik untuk membekali siswa yang memilih tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Harapannya, mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Deswita, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pilihan masa depan setelah lulus.
“Saya ingin langsung bekerja, tapi kalau ada kesempatan kuliah gratis juga tentu menjadi harapan,” katanya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga