RADAR BOGOR – Inovasi di bidang pertanian modern berhasil mengantarkan tim KIR Robotik SMA Regina Pacis Kota Bogor meraih prestasi di ajang internasional. Mereka sukses menyabet Gold Medal dalam kompetisi World Robotics & Computer Science Olympiad (WRCSO) 2025.
Kompetisi tersebut digelar secara hybrid pada 21–30 Juli 2025 oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Yayasan Prestasi Belia Indonesia dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung. Ajang ini diikuti ratusan tim dari 12 negara, seperti Indonesia, Iran, Bangladesh, Malaysia, Turki, Korea, hingga Amerika Serikat.
Tim yang terdiri dari Aurel Gracia Yoanita Nababan, Christine Ione Aurora, Mikhaela Vilovin Liang, Salviane Theandra Josurya, Aiko Shawnicka Gautama, dan Litania Matta Asih ini mengusung penelitian berjudul “The Utilization of Microcontrollers to Monitor Hydroponics on Pak Choi Plants Growth”.
Mereka menghadirkan inovasi sistem irigasi hidroponik otomatis berbasis mikrokontroler untuk tanaman pakcoy. Sistem tersebut dirancang untuk memantau pertumbuhan tanaman sekaligus mencegah penyakit busuk akar.
“Robot ini berfungsi sebagai sistem irigasi otomatis yang bisa dimonitor dan dikontrol dari jarak jauh melalui handphone,” ujar Aiko Shawnicka Gautama saat ditemui di sela kegiatan Musrenbang Kota Bogor, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, sistem bekerja menggunakan sensor air dan pompa yang terhubung dengan jaringan WiFi. Pompa akan otomatis berhenti selama lima menit saat tidak mendeteksi air, guna memberi suplai oksigen pada akar tanaman. Sementara saat air terdeteksi, pompa akan menyala dengan siklus jeda 30 detik.
“Inovasi ini kami buat untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di perkotaan. Lahan yang terbatas dan kesibukan masyarakat menjadi alasan utama kami mengembangkan sistem hidroponik otomatis ini,” jelasnya.
Menurutnya, melalui teknologi tersebut masyarakat kota tetap dapat bercocok tanam secara praktis tanpa harus melakukan pengawasan secara terus-menerus.
Proses pembuatan inovasi ini pun tidak instan. Tim sudah memulai persiapan sejak akhir kelas 11. Mereka memanfaatkan waktu libur sekolah untuk merancang sistem, membangun perangkat keras, hingga menyusun program robotik.
“Pas teman-teman lain libur, kami justru fokus kerja kelompok. Mulai dari perancangan, pembuatan komponen, sampai sistem irigasinya,” tambah Aurel Gracia.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta mempresentasikan inovasinya layaknya science fair. Setiap tim menampilkan proyek di booth masing-masing dan dinilai langsung oleh juri internasional.
Selain meraih medali emas, tim ini juga mendapatkan Special Award dari lembaga penelitian Malaysia sebagai bentuk apresiasi atas inovasi yang dinilai aplikatif.
Menariknya, dari Kota Bogor, hanya SMA Regina Pacis yang menjadi perwakilan dalam ajang tersebut.
Atas prestasi itu, mereka turut diundang dalam Musrenbang Kota Bogor sebagai representasi generasi muda berprestasi yang membawa solusi nyata bagi permasalahan kota.
Aurel berharap, inovasi yang mereka kembangkan dapat menginspirasi pelajar lain untuk mulai berkreasi dari hal-hal sederhana.
“Kalau mau mulai inovasi, kembali ke dasar dulu. Tidak perlu langsung berpikir jauh. Perkuat fondasi, nanti dari situ bisa berkembang,” pungkasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati