Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Semarang, Targetkan Beroperasi Juni 2026

Eli Kustiyawati • Minggu, 12 April 2026 | 12:05 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf kunjungi lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang. (Foto: YouTube Kemensos RI)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf kunjungi lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang. (Foto: YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Berdasarkan informasi terbaru dalam unggahan akun YouTube Kemensos RI, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul meninjau langsung proses pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Kamis, 9 April 2026.

Sekolah yang masuk dalam klaster Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 Semarang ini dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Untuk jenjang SD, tersedia 18 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 540 siswa.

Baca Juga: Kesempatan Emas Mahasiswa! Djarum Beasiswa Plus 2026/2027 Resmi Dibuka, Catat Jadwal dan Syaratnya

Sementara jenjang SMP dan SMA masing-masing memiliki 9 rombel dengan kapasitas 270 siswa per jenjang.

Hingga saat ini, progres pembangunan gedung permanen telah melampaui angka 30 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas rampung dan siap digunakan agar kegiatan pembelajaran dapat dimulai pada Juli 2026.

Baca Juga: Universitas Islam Bogor Diresmikan, Tonggak Sejarah Peradaban Baru di Kabupaten Bogor

Menurut Gus Ipul, pembangunan Sekolah Rakyat permanen merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini tertinggal dari pembangunan atau yang kerap disebut sebagai "The Invisible People".

Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Sosial bertanggung jawab atas operasional sekolah, sementara pembangunan infrastruktur didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama pelaksana konstruksi.

Koordinasi program juga melibatkan kementerian lain di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu, Lewat Tanggal Ini TPG 2026 Dipastikan Tertunda, Cek Juknis Terbaru Kemendikbud

Selain membuka akses pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah juga turut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Gus Ipul menyebutkan bahwa saat ini terdapat 100 titik pembangunan yang aktif secara bersamaan, yang berarti tidak kurang dari 60.000 pekerja tengah bahu-membahu membangun gedung permanen Sekolah Rakyat secara serentak di seluruh Indonesia.

"Insyaallah ini akan kita lihat manfaatnya pada masa-masa yang akan datang," ujar Gus Ipul.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar di lingkungan pendidikan yang lebih layak dan berkualitas.***

Editor : Eli Kustiyawati
#semarang #Sekolah Rakyat #gus ipul #Menteri Sosial Saifullah Yusuf