RADAR BOGOR - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk membiayai 18.215 kegiatan riset dan pengembangan di berbagai perguruan tinggi.
Rencana anggaran riset perguruan tinggi dari Kemdiktisaintek ini, disampaikan oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi sebagai penerima pendanaan Kemdiktisaintek yang dinilai telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi tinggi.
Mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan inovasi berdampak.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa skema pendanaan tahun 2026 dirancang agar hasil riset dapat lebih cepat dirasakan manfaatnya secara nyata.
Program ini difokuskan untuk menjawab isu-isu strategis nasional, memperkuat ekosistem riset, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian ke masyarakat dan sektor industri.
Baca Juga: Pengen Makan Nasi Goreng Seafood Ala Restoran Bintang 5? Bikin Sendiri Aja, Begini Resepnya
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan para pemangku kepentingan agar pemanfaatan hasil riset semakin luas.
Fauzan menambahkan, sekitar 60% penerima pendanaan berasal dari perguruan tinggi swasta (PTS), sedangkan 40% lainnya dari perguruan tinggi negeri (PTN). Para penerima tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Mulai tahun ini, sebesar 25% dari total dana riset juga dialokasikan untuk honorarium peneliti.
Baca Juga: Gedung SMAN 11 Kota Bogor Belum Bisa Dibangun Full, Pemerintah Baru Sanggup 4 Ruang Kelas
Adapun pendanaan riset tersebut difokuskan pada beberapa sektor utama, yakni kesehatan (27%), ketahanan pangan (25%), hilirisasi dan industrialisasi (16%), digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor (15%), energi (7%), manufaktur dan material maju (4%), maritim (4%), serta pertahanan (2%).
Editor : Rani Puspitasari Sinaga