RADAR BOGOR - SMK Ash Shoheh 2 Citeureup mengadakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa Kelas XII yang berlangsung 6 - 11 April 2026.
UKK bagi siswa Kelas XII SMK Ash Shoheh 2 ini dari Program Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).
Kepala SMK Ash Shoheh 2 Citeureup, Iin Rohimah, menjelaskan bahwa UKK merupakan tahapan krusial yang harus dilalui siswa tingkat akhir, sebagai bentuk evaluasi atas kompetensi dan keterampilan yang telah dipelajari selama masa pendidikan.
“UKK tidak sekadar ujian formal, tetapi menjadi indikator bahwa siswa telah memiliki kesiapan untuk masuk ke dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Melalui pelaksanaan UKK, siswa dibiasakan bekerja dengan standar profesional, mengedepankan ketelitian, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah berupa pengalaman praktis yang mendekati kondisi nyata di dunia industri, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa terhadap kemampuan yang dimiliki.
Ia menambahkan, tujuan utama UKK adalah untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi siswa sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Melalui UKK, sekolah dapat memastikan lulusan memiliki standar kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” jelasnya.
Menurut Iin, UKK juga menjadi salah satu syarat penting dalam penentuan kelulusan siswa kelas akhir.
Tak hanya itu, kegiatan ini turut berperan dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui pengalaman praktik yang realistis.
Sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran kejuruan.
Ia juga memaparkan berbagai manfaat UKK, baik bagi siswa, sekolah, dunia usaha dan industri (DUDI), hingga pemerintah.
Bagi siswa, UKK membantu mengenali kemampuan diri, meningkatkan kepercayaan diri.
Serta memberikan bukti kompetensi berupa sertifikat yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja atau berwirausaha.
Sementara bagi SMK Ash Shoheh 2, UKK menjadi tolok ukur kualitas lulusan serta sarana evaluasi kurikulum dan sistem pembelajaran.
Dari sisi dunia usaha dan industri, UKK membantu memperoleh tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai, sehingga memudahkan proses rekrutmen.
Sedangkan bagi pemerintah, UKK berperan dalam menjamin mutu pendidikan kejuruan sekaligus menyelaraskan kebutuhan pendidikan dengan tuntutan industri.
“Dengan UKK, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya, terutama dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin