RADAR BOGOR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Bogor terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah dinamika kurikulum.
Salah satunya melalui penguatan pemetaan materi esensial Sosiologi tingkat SMA.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu 14 April 2026 di SMN 7 Kota Bogor. Forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi para guru untuk menyusun prioritas materi agar lebih fokus, mendalam, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Baca Juga: Kisah Kyla, Remaja Tunagrahita Asal Bogor yang Tembus Dunia Modelling
Ketua MGMP Sosiologi Kota Bogor, Agus Jatmika, menegaskan pentingnya pemetaan materi esensial dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, guru perlu memilah materi yang benar-benar menjadi inti kompetensi siswa.
“Guru perlu menentukan materi yang esensial agar pembelajaran tidak hanya mengejar ketuntasan, tetapi juga pemahaman yang mendalam,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Satu Butir Obat Terlarang, Polisi Kembangkan Kasus hingga Tangkap Pengedarnya
Ia menjelaskan, melalui forum MGMP para guru dapat berdiskusi dan berbagi praktik baik, sekaligus menyamakan persepsi dalam penerapan pembelajaran yang lebih terarah.
Selain pemetaan materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi serta verifikasi data anggota melalui platform Komunitas GTK “Sindara” di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh guru terdata dan aktif dalam ekosistem pengembangan profesi berbasis digital.
Ketua Sanggar MGMP Sosiologi Kota Bogor, Supeni, yang juga Kepala SMA Negeri 10 Kota Bogor, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai forum MGMP memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi guru.
“Melalui kegiatan ini, guru didorong untuk terus belajar dan beradaptasi. Dampaknya tentu akan terlihat pada kualitas pembelajaran di kelas,” ungkapnya saat dihubungi terpisah.
Sementara itu, Sekretaris MGMP Sosiologi Kota Bogor, Yunda, berharap seluruh anggota dapat aktif berkontribusi dalam pengembangan organisasi sebagai komunitas belajar.
“Kami berharap ada sinergi dari seluruh anggota. MGMP bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ruang untuk bertumbuh dan saling menguatkan kompetensi,” tuturnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin