Konsorsium KATALIS CICOFEST Gelar Public Lecture dan Rakornas di UIKA Bogor pada Tahun Ketiga 2026, Bahas Ekonomi Sirkular
Eka Rahmawati• Sabtu, 18 April 2026 | 19:52 WIB
Public Lecture dan Rapat Koordinasi Nasional Konsorsium CICOFEST digelar di UIKA Bogor. (Dok. UIKA)RADAR BOGOR — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, melalui Fakultas Teknik dan Sains (FTS) serta Program Studi Ilmu Lingkungan, menjadi tuan rumah pelaksanaan Public Lecture dan Rapat Koordinasi Nasional Konsorsium CICOFEST — Penelitian Kolaborasi Strategis Nasional (KATALIS) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Kontribusi Ekonomi Sirkular terhadap Pengurangan Emisi Karbon dan Pembangunan Berkelanjutan”.Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 17 April 2026, pukul 16.00 WIB, di Ruang Conference 2 Rektorat UIKA Bogor.Konsorsium CICOFEST merupakan konsorsium riset dalam skema Penelitian Kolaborasi Strategis Nasional (KATALIS) yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya di bawah kepemimpinan Dr. Elida Novita, S.TP., M.T., IPM dari Universitas Jember.
Konsorsium ini menghimpun lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Jember, Universitas Teuku Umar, Universitas Padjadjaran, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Ibn Khaldun Bogor, serta didukung oleh sejumlah mitra strategis, antara lain Pulih.ID, Calgris, Aceh Green Conservation, dan Redelong Institute.Dalam laporan kegiatan, Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan UIKA Bogor, Dr. Tjahjo Tri Hartono, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa penyelenggaraan forum ini merupakan bukti komitmen konsorsium dalam menjaga keberlanjutan riset nasional.Tjahjo mengatakan perjalanan selama 3 tahun menjadi bukti konsistensi dan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem penelitian nasional yang berorientasi pada keberlanjutan."Sekaligus membuka peluang strategis bagi Universitas Ibn Khaldun untuk memperluas jejaring riset nasional dan internasional,” ujar Tjahjo.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik UIKA Bogor.“Besar harapan kami, forum ini dapat menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antar program studi di lingkungan Fakultas Teknik dan Sains, sekaligus memperkokoh kontribusi Universitas Ibn Khaldun dalam agenda riset nasional,” tambah Tjahjo.Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pengenalan Fakultas Teknik dan Sains oleh Dekan FTS UIKA Bogor, Dr. Feril Hariati, S.T., M.Eng., serta pembukaan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi dan Pengembangan UIKA Bogor, Prof. Dr. Widyasari, M.Pd.Keduanya menyatakan dukungan terhadap kolaborasi riset lintas perguruan tinggi serta menegaskan komitmen UIKA Bogor untuk terus memperkuat jejaring kerja sama akademik nasional.Momentum penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dan Implementation Agreement (IA) antara Konsorsium CICOFEST dengan Fakultas Teknik dan Sains serta Program Studi Ilmu Lingkungan UIKA Bogor. Penandatanganan ini menjadi tonggak formal pelaksanaan kegiatan riset bersama pada tahun 2026.Sementara itu Public Lecture dibawakan oleh Dr. Devi Maulida Rahmah, S.T.P., M.T., Ph.D. dari Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.
Dalam paparannya, Devi membahas bagaimana ekonomi sirkular menjadi pendekatan strategis untuk menurunkan emisi karbon sekaligus mendorong efisiensi sumber daya, serta peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi melalui riset kolaboratif yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat.Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan Rencana Kegiatan Penelitian KATALIS Tahun 2026 oleh tim peneliti CICOFEST yang diketuai Dr. Elida Novita (Universitas Jember), bersama para Ketua Sub-Tim: Dr. Rahmat Pramulya, S.TP., M.M. (Universitas Teuku Umar), Dr. Devi Maulida Rahmah, S.T.P., M.T., Ph.D. (Universitas Padjadjaran), dan Dr. Ir. Adi Sutrisno, M.P. (Universitas Borneo Tarakan).Melalui rangkaian kegiatan ini, Konsorsium CICOFEST berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan, inovasi teknologi, serta model bisnis berbasis ekonomi sirkular yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat, industri, dan pemerintah.Hasil-hasil riset yang dikembangkan diharapkan menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta target Net Zero Emission nasional. Editor : Eka Rahmawati