RADAR BOGOR - Program Studi S1 Sains Aktuaria Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) menjalani proses asesmen lapangan akreditasi yang berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus penguatan posisi prodi di bidang aktuaria berbasis syariah.
Proses asesmen dilakukan oleh dua asesor dari LAMSAMA, yakni Edi Cahyono dan Isnani Darti.
Baca Juga: Minggu Ketiga April 2026 Jadi Hari Berkah! PIP, PKH, BPNT, dan Bansos Pangan Cair Masif
Keduanya hadir langsung untuk menilai berbagai aspek akademik dan tata kelola program studi.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang digelar di aula lantai 3 UMBARA, Leuwiliang, Bogor.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus dan tokoh Muhammadiyah, termasuk Rektor UMBARA Edi Sukardi, Sekretaris BPH Duduh Nurzaman, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor Ahmad Yani.
Dalam rangkaian asesmen, tim asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek strategis.
Mulai dari kebijakan pengembangan institusi, sistem tata kelola, hingga capaian kinerja yang dilaporkan oleh unit pengelola program studi (UPPS).
Selain itu, pengelolaan sumber daya seperti SDM, keuangan, aset, dan sistem informasi juga menjadi fokus evaluasi.
Tidak hanya itu, efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) turut diperiksa secara menyeluruh.
Tim asesor mengonfirmasi implementasi siklus PPEPP, termasuk kelengkapan dokumen standar, laporan berkala, serta tindak lanjut atas hasil evaluasi mutu internal.
Pada hari pertama, kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan untuk meninjau fasilitas pendukung pembelajaran, seperti laboratorium, ruang kelas, dan perpustakaan.
Sementara pada hari kedua, asesmen dilanjutkan dengan sesi dialog bersama mahasiswa dan tenaga kependidikan guna menggali tingkat kepuasan, keterlibatan, serta kualitas layanan yang diberikan.
Selanjutnya, tim asesor menyusun laporan hasil asesmen serta draft berita acara yang kemudian dikonfirmasi bersama pimpinan universitas dan tim akreditasi.
Proses ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara serta penyampaian rekomendasi hasil asesmen.
Baca Juga: Kenapa Saldo Bansos Belum Masuk Rekening? Cek Hasil Pantauan Terbaru PKH dan BPNT Tahap 2
Dalam sesi penutupan, asesor Edi Cahyono menyoroti keunikan Program Studi S1 Sains Aktuaria UMBARA yang mengusung pendekatan syariah.
Ia menilai, hal tersebut menjadi nilai tambah yang selaras dengan karakter Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang menaungi institusi tersebut.
Ia juga berharap prodi ini dapat terus berkembang dengan dukungan ekosistem Muhammadiyah yang kuat.
Meski memberikan apresiasi, tim asesor juga menyampaikan sejumlah catatan penting.
Salah satunya adalah perlunya peningkatan kompetensi dosen serta penguatan publikasi ilmiah guna mendongkrak kualitas akademik di bidang aktuaria.
Dekan FASTEKOM, Rudi Haryono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan ini membawa banyak manfaat bagi pengembangan program studi ke depan, khususnya dalam memperbaiki kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor UMBARA Edi Sukardi berharap, hasil asesmen ini dapat memberikan capaian terbaik sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Program Studi Sains Aktuaria kepada masyarakat luas.
Dengan berbagai evaluasi dan rekomendasi yang diberikan, UMBARA optimistis Program Studi S1 Sains Aktuaria mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing, khususnya di bidang aktuaria berbasis syariah yang kini semakin diminati.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim