RADAR BOGOR - UIKA Bogor bersama IPB University mengambil langkah strategis dalam pengembangan inovasi berbasis energi terbarukan melalui konsep Technopreneurship Solar Energy for Society.
Gagasan ini mengemuka dalam momentum Reuni Akbar Alumni Fakultas Teknik dan Sains (FTS) UIKA Bogor yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di Aula 206 FTS UIKA Bogor.
Acara reuni tersebut terasa istimewa karena tidak hanya menjadi ajang temu kangen antaralumni, tetapi juga menjelma menjadi forum ilmiah dan bisnis yang serius.
Baca Juga: Geopolitik Memanas, Harga Emas Kembali Menguat sebagai Aset Safe Haven
Tema besar yang diusung, “Sinergi Alumni: Integrasi Potensi, Akselerasi Kontribusi Nyata”, menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting dalam memajukan kampus dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan universitas tidak lepas dari kontribusi aktif para alumni.
Ia berharap potensi yang dimiliki alumni dapat bersinergi dengan kampus melalui kerja nyata di lapangan sehingga menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan FTS UIKA Bogor, Dr. Feril Hariati, S.T., M.Eng., menyambut baik kehadiran delegasi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.
Delegasi itu dipimpin Dr. Beginer Subhan selaku Dekan FPIK, didampingi Dr. Yuni Pujihastuti, Dr. Ayi Rahmat, serta tim Green Concept. Kehadiran tim IPB menandai dimulainya kolaborasi nyata antara dua institusi pendidikan tinggi di Bogor.
Dalam sesi presentasi dan sharing session yang dimoderatori Dr. Rimun Wibowo, S.P., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Lingkungan sekaligus Wakil Dekan Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Dakwah FTS UIKA Bogor, Dr. Ayi Rahmat, S.Pi., M.Si. memaparkan konsep hijau atau Green Concept, yakni model pengembangan usaha berbasis energi terbarukan, khususnya tenaga surya.
Menurutnya, kampus harus diposisikan sebagai pusat inovasi dan inkubator bisnis, tempat lahirnya solusi teknologi yang aplikatif bagi masyarakat.
Konsep tersebut dibangun melalui delapan pilar utama. Pilar pertama, Green Planning and Design, menitikberatkan pada perencanaan kawasan hijau, konsultansi, desain ramah lingkungan, serta edukasi keberlanjutan.
Pilar kedua, Green Open Space, menghadirkan ruang publik modern dengan fasilitas seperti charging station tenaga surya, solar canopy, dan lampu jalan tenaga surya.
Pilar ketiga, Green Waste, mendorong pengelolaan sampah modern melalui daur ulang menjadi paving block, batako, dan produk bernilai lainnya, serta sistem waste to energy.
Baca Juga: Biaya Cat Gedung Sate Bikin Gubernur Jawa Barat Melongo, Dedi Mulyadi: Uangnya Dari Mana Kang Dedi?
Pilar keempat, Green Transportation, menawarkan infrastruktur kendaraan listrik berbasis tenaga surya yang relevan bagi masa depan mobilitas Indonesia.
Pilar kelima, Green Water & Agriculture, menyasar sektor pertanian dan kelautan melalui irigasi tenaga surya, vertical garden, kapal nelayan bertenaga surya, serta cold storage bagi nelayan kecil.
Pilar keenam, Green Energy, diarahkan untuk memperluas akses listrik di desa, wilayah 3T, dan pulau terluar.
Baca Juga: Jelang HUT ke 27 Kota Depok, Wajah Margonda Dipoles, Begini Penampakannya
Pilar ketujuh, Green Building, menghadirkan bangunan modern yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga mampu memproduksi energi sendiri melalui panel surya.
Pilar kedelapan, Green Community, bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar aktif terlibat dalam transformasi hijau.
Implementasinya antara lain gerobak pedagang kaki lima bertenaga surya, papan reklame tenaga surya, hingga pemberdayaan UMKM berbasis energi bersih.
Baca Juga: Angkat Kisah Haru Dua Anak di Tengah Konflik Poso, Berikut Jadwal Tayang Film Tanah Runtuh
Selain sesi ilmiah, reuni ini juga diwarnai diskusi intensif para alumni mengenai peluang bisnis nyata yang dapat dikembangkan bersama kampus.
Muncul gagasan pembentukan entitas bisnis bersama sebagai wadah kolaborasi alumni, dosen, dan mitra eksternal.
Fokus utamanya adalah pengembangan teknologi tepat guna yang mampu menjawab persoalan masyarakat, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan FTS UIKA Bogor, Dr. Feril Hariati, S.T., M.Eng., yang disaksikan para wakil dekan Yuggo Afrianto, S.T., M.Kom., Safaruddin Hidayat Al Ikhsan, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Rimun Wibowo, S.P., M.Si.
Sementara dari pihak FPIK IPB University oleh Dr. Beginer Subhan, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), didampingi Dr. Yuni Pujihastuti, Wakil Dekan Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan (SKP) dan Dr. Ayi Rahmat, SPi., M.Si, penggagas Green Concept.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan technopreneurship berbasis energi hijau sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh alumni. Lebih dari sekadar reuni, pertemuan ini menjadi penanda bahwa sinergi kampus, alumni, dan mitra strategis dapat melahirkan inovasi besar untuk masa depan masyarakat dan lingkungan. (***)
Editor : Yosep Awaludin