RADAR BOGOR - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq menjelaskan desain soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD saat melakukan kunjungan ke SDN Rawabuntu 03, Tangerang Selatan.
Selain memberi motivasi kepada para siswa, Wamendikdasmen juga memaparkan bahwa soal TKA termasuk jenjang SD dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).
Wamendikdasmen sekaligus menjawab pertanyaan siswa mengenai panjangnya soal TKA jenjang SD.
Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Naik, Pangkalan di Kota Bogor Khawatir Dagangannya Tak Laku Dijual
Ia menegaskan bahwa seluruh soal berbentuk pilihan ganda tanpa esai. Model soal tersebut dibuat secara khusus untuk mendorong kemampuan analitis siswa dalam menjawab persoalan.
“Bentuk soalnya pilihan ganda semua, tidak ada esai. Desain TKA memang untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ujar Fajar di SDN Rawabuntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 20 April 2026.
Fajar juga menyampaikan bahwa penyusunan soal TKA mengacu pada model Programme for International Student Assessment (PISA), yaitu survei internasional yang mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan sains siswa di berbagai negara.
Menurutnya, pendekatan tersebut digunakan karena siswa Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih analitis dalam menjawab berbagai persoalan.
Melalui desain tersebut, TKA diharapkan dapat melatih kemampuan analisis dan logika siswa. Bahkan, soal matematika pun dibuat dalam bentuk naratif untuk menguji cara berpikir siswa.
TKA untuk jenjang SD terdiri dari 30 soal numerasi atau matematika dan 30 soal Bahasa Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan dalam dua hari, yakni matematika pada hari pertama dan Bahasa Indonesia pada hari kedua.
Setiap mata pelajaran diberikan waktu pengerjaan selama 75 menit dan dilaksanakan secara daring menggunakan komputer.
Fajar menambahkan bahwa tujuan utama TKA bukan hanya mengasah kemampuan deskriptif siswa, tetapi juga membiasakan mereka berpikir analitis melalui soal berbasis narasi dan logika.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga