Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Viral Tarif Babysitter Rp30 Ribu per Jam, Pakar IPB Ingatkan Risiko yang Jarang Disadari Orang Tua

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 20 April 2026 | 20:14 WIB
Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Dr. Dwi Hastuti. (Foto : IPB TV)
Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Dr. Dwi Hastuti. (Foto : IPB TV)

RADAR BOGOR - Perbincangan soal tarif babysitter Rp30 ribu per jam yang ramai di media sosial memicu beragam reaksi publik. 

Di tengah polemik tersebut, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof Dwi Hastuti, memberikan perspektif yang lebih mendalam terkait pentingnya kualitas pengasuhan anak.

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB itu menilai, pengasuhan anak tidak bisa dipandang sekadar sebagai jasa atau layanan semata. 

Baca Juga: IPB Perketat Pengawasan UTBK-SNBT 2026: Metal Detector hingga Cek Komputer, Kecurangan Siap Disikat

Ia menekankan, proses pengasuhan merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sehingga tidak boleh hanya dilihat dari sisi biaya.

Menurut Dwi Hastuti, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara layanan pendidikan anak usia dini yang terstruktur dengan jasa babysitter harian. 

Ia menjelaskan, dalam konteks formal seperti PAUD, tenaga pengasuh atau caregiver dituntut memiliki kompetensi profesional, termasuk pengetahuan tentang perkembangan anak, pengalaman, serta kesiapan emosional.

Baca Juga: Jebolan SSB Mutiara 97 Akan Main di Prancis, Ini Tim Sepak Bola Putri yang Diperkuatnya

Sementara itu, babysitter harian umumnya tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan khusus di bidang pengasuhan anak. 

Meski demikian, ia menekankan bahwa aspek kasih sayang, kesehatan fisik dan mental, serta latar belakang keluarga tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh orang tua sebelum menggunakan jasa tersebut.

Lebih jauh, Dwi Hastuti mengingatkan bahwa kehadiran babysitter tidak boleh menggantikan peran utama orang tua. 

Baca Juga: Kisah Polwan Bogor: Tetap Tangguh Bertugas, Tetap Hangat sebagai Ibu di Semangat Kartini

Ia menilai, orang tua tetap harus memegang kendali dalam proses pengasuhan, termasuk memberikan arahan, melakukan pengawasan, serta evaluasi berkala terhadap tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, ia mengakui, penggunaan jasa pengasuh memiliki dampak positif, terutama dalam membuka peluang bagi perempuan untuk tetap aktif bekerja. 

Hal ini dinilai sejalan dengan upaya mendorong partisipasi perempuan dalam sektor publik dan pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga: Simak Daftar Lengkap Bansos Cair Minggu Ini, PKH dan BPNT Tahap 2 Ada Peluang, Plus PIP dan YAPI

Namun, ia juga menyoroti adanya potensi risiko yang perlu diwaspadai. 

Berdasarkan sejumlah penelitian, kata dia, anak yang lebih banyak diasuh di luar lingkungan keluarga, seperti di tempat penitipan anak, cenderung memiliki kualitas tumbuh kembang yang tidak seoptimal anak yang diasuh langsung oleh orang tua, terutama ibu.

"Faktor itu dipengaruhi berbagai hal, mulai dari rasio pengasuh dan anak yang tidak ideal, hingga kualitas pengasuhan yang belum memenuhi standar," tutur Dwi dikutip Radar Bogor di laman resmi IPB, Senin 20 April 2026

Baca Juga: Soroti Sidang Dugaan Pelanggaran Kepabeanan di PN Cibinong, Forum Mahasiswa Minta Pengawasan Ketat

Selain itu, jelasnya, masih ditemukan tenaga pengasuh yang belum memiliki kompetensi memadai dalam menangani anak pada fase perkembangan krusial.

Dwi Hastuti pun menegaskan, lingkungan keluarga tetap menjadi tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak. 

Ia mendorong, orang tua untuk memprioritaskan pengasuhan langsung, terutama pada usia 0 hingga 3 tahun, guna membangun ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua.

Baca Juga: Jadi Kartini Masa Kini, Dosen Fakultas Hukum Unpak Bogor Tegaskan Perempuan Bisa Jalani Peran Ganda

Menurutnya, ketika kelekatan emosional telah terbentuk dengan baik, anak akan lebih siap mengikuti program pendidikan atau pengasuhan di luar rumah, seperti daycare maupun PAUD, tanpa mengganggu perkembangan psikologisnya.

Fenomena viral tarif babysitter ini pun menjadi pengingat, dalam memilih layanan pengasuhan, orang tua perlu mempertimbangkan tidak hanya biaya, tetapi juga kualitas, keamanan, serta dampaknya terhadap masa depan anak. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #babysitter #institut pertanian bogor