Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

FOMO Bikin Cemas? Akademisi IPB Jelaskan JOMO, Cara Baru Menikmati Hidup Tanpa Terjebak Dunia Digital

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 20 April 2026 | 20:38 WIB
Annisa Utami Seminar, Dosen dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, FEMA IPB University.  (Foto: IPB TV)
Annisa Utami Seminar, Dosen dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, FEMA IPB University. (Foto: IPB TV)

RADAR BOGOR - Di era digital yang serba cepat, fenomena fear of missing out (FOMO) kian akrab dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang merasa cemas jika tertinggal informasi, tren, atau aktivitas di media sosial.

Namun, kini muncul konsep tandingan yang mulai menarik perhatian, yakni joy of missing out (JOMO), sebuah pendekatan yang justru mengajak individu menikmati ketenangan saat tidak selalu terhubung.

Akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB University), Annisa Utami Seminar menjelaskan, JOMO hadir sebagai narasi alternatif yang memberi ruang bagi seseorang untuk memiliki kendali atas dirinya sendiri.

Baca Juga: Kenaikkan Harga Minyak Goreng Dikeluhkan Pedagang di Pasar Cibinong Kabupaten Bogor, Akui Sering Diprotes Pembeli

Dalam penjelasannya, dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat tersebut menilai, JOMO bukan sekadar sikap santai, melainkan bentuk kesadaran untuk memilih apa yang ingin dikonsumsi dari arus informasi digital.

Dalam tayangan IPB Podcast di kanal IPB TV, Annisa mengungkapkan, FOMO dan JOMO tidak selalu saling bertentangan.

Keduanya dapat muncul bersamaan dalam diri seseorang, tergantung pada kondisi emosional dan cara individu merespons lingkungan digital.

Baca Juga: Sinyal Positif Pencairan Bansos PKH Tahap 2 2026 Sudah Terlihat, KPM Wajib Paham Artinya 

Dikutip Radar Bogor dari laman resmi IPB pada Senin 20 April 2026, ia menggambarkan, FOMO sebagai kondisi yang ditandai dengan kecemasan, perasaan tertinggal, hingga dorongan untuk terus membandingkan diri dengan orang lain. 

Sebaliknya, JOMO menghadirkan perasaan lebih tenang, bebas, dan terkendali dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Menurutnya, munculnya JOMO tidak lepas dari kejenuhan akibat paparan informasi yang berlebihan.

Baca Juga: Periode Salur Bansos PKH Tahap 2 April Juni 2026 Sudah Update di SIKS NG, Namun Data KPM dan Nominal Belum Final, Ini Penjelasannya

Dalam konteks ini, konsep digital wellbeing mendorong masyarakat untuk lebih reflektif terhadap kebiasaan digital, sekaligus menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas utama.

Annisa menekankan, menerapkan JOMO bukan berarti menjauh dari kehidupan sosial.

Justru, pendekatan ini dapat memperkuat hubungan di dunia nyata karena individu menjadi lebih sadar akan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidupnya.

Baca Juga: Siap Perhatikan Pengusaha Muda dan UMKM, Milzam Bajened  Ramaikan Bursa Ketua Kadin Kota Bogor

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan gawai, melakukan detoks media sosial, serta mengevaluasi apakah aktivitas digital selama ini mengganggu tujuan hidup.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran dalam mengatur koneksi digital, terutama di luar jam kerja.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan diri terus terhubung dengan dunia digital saat sudah merasa lelah.

Baca Juga: Update Tunjangan Guru: SKTP April Sudah Terbit, Tapi Mengapa TPG THR Belum Ada Pergerakan? Cek Infonya

Mengambil jeda, menurutnya, justru dapat membantu menemukan kembali makna hidup yang lebih sehat secara emosional.

Fenomena JOMO pun menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi, kebahagiaan tidak selalu datang dari mengikuti segalanya.

Baca Juga: Viral Tarif Babysitter Rp30 Ribu per Jam, Pakar IPB Ingatkan Risiko yang Jarang Disadari Orang Tua

Terkadang, justru dengan melewatkan sebagian hal, seseorang dapat menemukan ketenangan dan keseimbangan hidup yang lebih baik. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #JOMO #fear of missing out #institut pertanian bogor #fomo