RADAR BOGOR - Kegiatan backpacker sering dianggap sebagai liburan biasa. Namun, bagi siswa-siswi Surau Academy kelas 10, perjalanan ke Belitung selama tujuh hari enam malam, tepatnya 8–14 April 2026, menjadi pengalaman yang memiliki nilai lebih dari sekadar rekreasi.
Siswa Siswi Surau Academy biasa menyebut kegiatan backpacker ini dengan Xplora Nusantara. Tujuan dari Xplora Nusantara sendiri yaitu, untuk mengenal Indonesia, belajar membuat perencanaan perjalanan, dan juga membangun kebersamaan.
Sebelum keberangkatan, siswa siswi Surau Academy tidak hanya mempersiapkan perlengkapan perjalanan, tapi juga berusaha mengumpulkan dana secara mandiri melalui kegiatan fundraising yang kami sebut dengan SBC atau Surau Business Camp.
Setiap siswa memiliki cara masing-masing untuk mengumpulkan dana, mulai dari berjualan makanan dan minuman, membuka jasa kecil-kecilan, hingga kerja sampingan.
Proses ini mengajarkan arti usaha, kerja keras, serta tanggung jawab terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Di sana mereka mengunjungi destinasi-destinasi wisata populer di Belitung, seperti Replika Laskar Pelangi, Museum Kata Andrea Hirata, Pulau Lengkuas dan beberapa pantai di sana.
Selama berada di Belitung, mereka tidak hanya mengunjungi destinasi wisata, tetapi juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial.
Mereka terlibat langsung dalam kegiatan di panti asuhan Lazizmu, membersihkan pantai Tanjung Pendam, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan di ruang kelas, sekaligus membuka wawasan mereka terhadap kondisi sosial di lingkungan yang berbeda.
Baca Juga: Siap-Siap KPM! Menteri Sosial Beri Sinyal Penebalan Bansos 2026 Saat Harga BBM Naik
Salah satu kegiatan sosial yang paling berkesan adalah saat mengunjungi Desa Nelayan Tanjung Binga.
Di sana mereka bertemu dan berinteraksi dengan warga setempat yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Mereka juga melihat proses pembuatan ikan dan cumi asin sembari menyalurkan donasi berupa kacamata anti UV kepada para nelayan, sebagai upaya membantu melindungi mata dari paparan sinar matahri yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan seperti katarak.
Kegiatan di panti asuhan Lazizmu juga berkesan, di sana mereka bertemu teman-teman sebaya yang terlihat sangat antusias dengan kedatangan mereka.
Para siswa siswi Surau Academy mengajak mereka bermain games sambil mengobrol-ngobrol tentang lingkungan Belitung dan mengajak mereka mengenali diri sendiri.
Selain itu, mereka juga menyalurkan donasi berupa Al-Qur’an kepada panti asuhan Lazismu yang didonasikan oleh Gramedia.
Perjalanan ini mengajarkan mereka tentang manajemen, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
Mereka belajar mengatur waktu, mengelola sumber daya, beradaptasi dengan lingkungan, cuaca, makanan, serta masyarakat.
Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Gramedia, PT Ken Sinergi Indonesia, PT Rezeki Berkat Alam, dan Sido Mampir.
Dukungan tersebut memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat yang mereka kunjungi.
Melalu perjalanan ini mereka teringat dengan kutipan Najwa shihab. "Pendidikan bukan hanya tercipta di ruang kelas. Pendidikan juga bukan urusan guru dan murid di sekolah. Kita semua bisa menjadi guru dan bisa menjadi murid," ujar Najwa Shibah.
Perjalanan Belitung menjadi pengalaman di luar kelas yang memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang dan sikap generasi muda, serta memberikan pelajaran hidup yang akan terus teringat di masa depan.
Mereka menyadari bahwa perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan sebuah proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang bermakna.
Setiap pengalaman yang dilalui menghadirkan pelajaran berharga tentang kemandirian, perluasan wawasan, serta pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, dan empati terhadap sesama.
Baca Juga: PPN Jalan Tol Bakal Jadi Pajak Baru, Pemerintah Siapkan Renstra 2025-2029
Lebih dari itu, perjalanan ini menjadi bagian dari pembelajaran hidup yang akan terus membentuk cara pandang dan sikap kami di masa depan. (***)
Penulis : Kanaya Puspa Maheswari dan Malika Kei Amabel
Editor : Yosep Awaludin