Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sering Bersin dan Gatal Tanpa Sebab? Dokter IPB Ungkap Tanda Alergi yang Sering Diabaikan

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 21 April 2026 | 08:21 WIB
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho.  (IPB TV)
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho. (IPB TV)

RADAR BOGOR - Bersin berulang, hidung terasa gatal, hingga muncul bentol kemerahan di kulit kerap dianggap gangguan ringan. 

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal tubuh sedang mengalami alergi, yakni reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.

Fenomena ini disoroti oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB University), dr. Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho, Sp.THT-BKL. 

Baca Juga: A New Chapter Begins : Kopikina Taman Heulang Presents Cupping and Bar Takeover and Homegrown Club Featuring Swellow 

Dalam sebuah tayangan edukasi kesehatan IPB Pedia di IPB TV, ia menjelaskan, alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons secara tidak normal terhadap alergen.

Ia menerangkan, secara sederhana, alergi merupakan bentuk reaksi berlebihan tubuh terhadap zat tertentu yang memicu respons imun.

Ragam Alergi dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dalam bidang Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), dr. Lukmanul memaparkan, rinitis terbagi menjadi tiga jenis, yaitu rinitis alergi, rinitis non-alergi, dan rinitis infeksi.

Baca Juga: Pencairan Bansos Minggu Ketiga April 2026, PIP Cair untuk SD SMP SMA, Namun PKH BPNT Tahap 2 Masih Menunggu

Rinitis alergi terjadi akibat reaksi hipersensitivitas terhadap alergen, sementara rinitis non-alergi dipicu oleh faktor lain seperti iritasi lingkungan, efek obat-obatan, hingga perubahan hormonal. 

Adapun rinitis infeksi disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, atau jamur, yang umumnya disertai gejala tambahan seperti demam.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gejala alergi tidak hanya terbatas pada hidung. 

Baca Juga: 21 April 2026: Sejarah Hari Kartini dan 20 Ucapan Inspiratif yang Cocok Jadi Status Medsos

"Gangguan seperti bersin, hidung tersumbat, hingga sesak napas atau mengi bisa muncul," jelasnya dikutip Radar Bogor dari laman resmi IPB, Selasa 21 April 2026.

Pada kulit, alergi dapat terlihat dalam bentuk dermatitis atopik atau urtikaria, dengan tanda-tanda seperti rasa gatal, ruam kemerahan, bentol, hingga kulit kering.

Baca Juga: PKBM Citra Madani Dorong Akses Pendidikan Warga Kabupaten Bogor, Bawa Harapan Bagi Masyarakat ke Dunia Kerja

Pemicu alergi sendiri sangat beragam, mulai dari debu, serbuk sari, udara dingin, makanan tertentu, hingga paparan bahan kimia.

Faktor Risiko: Dari Genetik hingga Lingkungan

Menurut dr. Lukmanul, faktor keturunan memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko alergi. 

Ia menjelaskan, anak dengan orang tua yang memiliki riwayat alergi cenderung lebih rentan mengalami kondisi serupa.

Baca Juga: Update Hari Ini, Cek Saldo KKS Merah Putih: KPM Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Siap-Siap Cair, Simak Syaratnya

Selain itu, faktor lingkungan juga tidak kalah penting. 

Paparan debu, tungau, bulu hewan, polusi udara, asap rokok, serta infeksi berulang sejak usia dini dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami alergi.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi seperti stres, gangguan pada lapisan pelindung mukosa, serta pola makan yang rendah antioksidan dan asam lemak omega-3 turut berkontribusi terhadap munculnya alergi.

Cara Mengendalikan Alergi Agar Tidak Kambuh

Meski alergi belum dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan langkah yang tepat. 

Baca Juga: Siap-Siap KPM! Menteri Sosial Beri Sinyal Penebalan Bansos 2026 Saat Harga BBM Naik

dr. Lukmanul menekankan, kunci utama penanganan adalah mengenali dan menghindari pemicu alergi.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan daya tahan tubuh juga menjadi langkah penting dalam mencegah kekambuhan. 

Ia menekankan, dengan pola hidup sehat dan kesadaran terhadap pemicu alergi, seseorang dapat tetap beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu gejala yang berulang.

Baca Juga: Perubahan Data Signifikan Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Cair di Waktu Dekat, PIP dan Bantuan Pangan Lebih Dulu Disalurkan

Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi frekuensi kambuhnya alergi, tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #bersin #institut pertanian bogor #gatal #alergi