Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Collagen Z, Inovasi IPB yang Sulap Limbah Ikan Jadi Produk Kolagen Bernilai Tinggi

Dede Supriadi • Sabtu, 25 April 2026 | 14:22 WIB
Wworkshop pengolahan dan pemasaran Collagen Z berbahan hasil samping perikanan di Bogor. (Dede/Radar Bogor)
Wworkshop pengolahan dan pemasaran Collagen Z berbahan hasil samping perikanan di Bogor. (Dede/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Inovasi pengolahan hasil samping perikanan menjadi produk bernilai tinggi terus dikembangkan. Melalui Collagen Z, limbah ikan kini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Inovator Collagen Z, Prof. Dr. Mala Nurilmala, menjelaskan pengembangan produk ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari IPB University, Halal Science Center, hingga PT Telkom Indonesia melalui program tanggung jawab sosial.

Menurutnya, inovasi ini berangkat dari potensi besar hasil samping perikanan yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Padahal, bagian seperti kulit, tulang, dan sisik mengandung kolagen tinggi yang memiliki nilai ekonomi besar.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kebut Pembangunan 189 Gerai Koperasi Desa Merah Putih, 56 Unit Terkendala Lahan

“Selama ini kita hanya memanfaatkan sekitar 40 persen dari ikan, sisanya belum tergarap maksimal. Padahal itu bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti kolagen,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia masih bergantung pada impor kolagen. Karena itu, inovasi berbasis bahan baku lokal menjadi solusi strategis, sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

Collagen Z sendiri dikembangkan sebagai minuman kekinian dengan berbagai varian rasa seperti kopi, matcha, hingga buah-buahan. Produk ini menyasar generasi muda dengan konsep sehat dan praktis.

Baca Juga: Akhirnya Verifikasi Rekening Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Dimulai, KPM Harus Waspadai Status Gagal Cek Rekening

“Anak muda sekarang suka minuman kekinian. Kita hadirkan produk yang tidak hanya enak, tapi juga punya manfaat, seperti antioksidan untuk menjaga stamina,” jelasnya.

Selain aspek produk, program ini juga fokus pada pemberdayaan masyarakat. Sasaran utamanya adalah pemuda, lulusan sekolah, hingga ibu-ibu PKK yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Sebagai tahap awal, sebanyak 10 unit usaha telah disiapkan dan diberikan secara gratis kepada peserta terpilih. Mereka juga mendapatkan pelatihan manajemen usaha, pemasaran, hingga pencatatan digital.

“Harapannya ini jadi peluang usaha baru. Tidak hanya diberikan produk, tapi juga dibina agar bisa mandiri,” tambahnya.

Manager Business Service Witel Priangan Barat Bogor, Noviana Putri Kusumasari, menyebut program ini merupakan bagian dari CSR Telkom yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga lingkungan. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai bisa diolah menjadi produk bermanfaat,” katanya.

Baca Juga: BOGORUN 2026 Digelar di Sentul Bogor, bank bjb Tawarkan Promo Tiket Lari hingga Half Marathon

Ia menambahkan, program ini masih bersifat percontohan dan berpeluang untuk diperluas ke wilayah lain jika hasilnya positif.

“Ini baru awal. Ke depan sangat mungkin bertambah dan direplikasi di daerah lain,” ujarnya.
Dengan pendekatan ekonomi sirkular, inovasi ini diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.(ded)

 

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #Collagen z #limbah ikan