Prabowo Dorong Digitalisasi Sekolah, Target Tambah 3-4 Smartboard di Tiap Sekolah untuk Tingkatkan Kualitas Belajar
Yosep Awaludin• Rabu, 29 April 2026 | 14:11 WIB
Presiden Prabowo saat meninjau revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026
RADAR BOGOR – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui percepatan digitalisasi di sekolah.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penambahan papan interaktif digital (PID) atau smartboard di ruang-ruang kelas.
Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah saat ini telah mendistribusikan minimal satu perangkat PID di setiap sekolah.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum ideal untuk mendukung proses belajar mengajar secara maksimal.
Prabowo mengungkapkan, ke depan pemerintah akan menargetkan penambahan tiga hingga empat unit PID di setiap sekolah di seluruh Indonesia.
“Saat ini rata-rata sekolah baru memiliki satu perangkat, ada juga yang sudah dua. Ke depan, kami menargetkan setiap sekolah bisa memiliki tambahan sekitar tiga hingga empat unit lagi. Tahun ini kami upayakan penambahan tiga unit secara bertahap,” ujar Prabowo saat meninjau revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, keberadaan papan interaktif digital akan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih dinamis dan mudah diakses.
Materi pembelajaran nantinya juga akan tersedia dalam bentuk digital sehingga bisa dipelajari ulang kapan saja oleh siswa maupun guru.
“Dengan sistem ini, pembelajaran menjadi lebih interaktif. Semua materi tersimpan secara digital, sehingga bisa diakses dan diulang kapan pun dibutuhkan,” jelasnya.
Selain pengadaan perangkat, pemerintah juga tengah menyiapkan sistem pembelajaran terpusat yang melibatkan tenaga pengajar berkualitas.
Salah satunya dengan menghadirkan penutur asli (native speaker) untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing siswa.
Prabowo menjelaskan, nantinya materi pengajaran dari para pengajar terbaik tersebut akan direkam di studio pusat di Jakarta, kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah melalui perangkat digital yang tersedia.
“Kami akan siapkan pusat pembelajaran dengan tenaga pengajar terbaik, termasuk penutur asli untuk bahasa Inggris. Materinya bisa diakses oleh seluruh siswa melalui sistem digital di sekolah,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Selain bahasa Inggris, pemerintah juga mendorong pembelajaran bahasa Mandarin dan bahasa asing lainnya.
“Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki kemampuan bahasa internasional, seperti Inggris dan Mandarin. Bahkan jika memungkinkan, pembelajaran ini sudah dimulai sejak tingkat sekolah dasar,” tegasnya. (***)