RADAR BOGOR - DPRD Kota Bogor mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberlakukan sistem zonasi pada SPMB Sekolah Maung.
Hal itu seperti yang diutarakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur. Baginya sistem zonasi tetap penting untuk mengakomodir siswa di Sekolah Maung.
“Masukan dari teman-teman DPRD dan lainnya juga harus tetap mengadakan zonasi dan afirmasi di Sekolah Maung, walaupun kuotanya sedikit,” terang Fajar pada Radar Bogor di SMAN 1 Kota Bogor.
Baca Juga: RUPST bank bjjb 2025 Hasilkan 7 Keputusan Strategis, Perkuat Fondasi Ekonomi Daerah
Di Kota Bogor sendiri terdapat dua lokasi yang ditunjuk sebagai calon Sekolah Maung. Pertama yaitu SMAN 1 Kota Bogor dan yang kedua SMKN 3 Kota Bogor.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, sistem penerimaan Sekolah Maung hanya menitikberatkan pada prestasi siswa, baik itu akademik maupun non akademik.
“Ada beberapa aspek yang nantinya masuk ke dalam Sekolah Maung yaitu prestasi akademik dan non akademik kemudian MCB,” beber Fajar.
Siswa yang gagal, akan diarahkan masuk ke swasta. Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut Fajar turut menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitar
“Sekolah pendampimg yang ada di sekitar akan dikerjasamakan dan siswa siswa yang tadinya zonasi dan domisili akan masuk ke dalam sekolah swasta tersebut,” ujarnya.
Kondisi ini dipandang Fajar memiliki efek domino. Sebab biasanya warga terkendala biaya, apabila harus menyekolahkan anaknya ke swasta.
Baca Juga: Hilang Tak Ada Kabar hingga Saat Ini, Oknum ASN DPRD Kota Bogor Diduga Terseret Utang
Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong kepada Provinsi Jawa Barat untuk memberikan beasiswa kepada mereka yang gagak masuk Sekolah Maung.
“Itu (Beasiswa) akan menjadi dorongan kita ke provinsi setelah Juklal Juknis dari provinsi clear kita akan rapatkan kembali. supaya masyarakat Kota Bogor terutama bisa mendapatkan pendidikan yang optimal,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga