RADAR BOGOR – Puluhan siswa MTsN 1 Bogor mengikuti kunjungan jurnalistik ke kantor redaksi Radar Bogor di Graha Pena, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program tahunan ekstrakurikuler jurnalistik untuk mengenalkan dunia kerja media secara langsung.
Humas MTsN 1 Bogor, Agus Widianto, mengatakan kunjungan tersebut sudah direncanakan sejak lama sebagai upaya meningkatkan wawasan siswa di bidang jurnalistik.
Ia menjelaskan, setiap tahun MTsN 1 Bogor rutin menggelar kunjungan ke berbagai media, baik cetak maupun daring.
“Untuk ke Radar Bogor ini baru pertama kali dari pihak sekolah, tapi kalau siswa secara individu sebelumnya pernah,” kata Agus.
Ia menyebutkan, peserta yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari siswa kelas 7, 8, dan 9 yang aktif dalam bidang ekstrakurikuler jurnalistik dan dari total sekitar 50 anggota, sebanyak 35 siswa turut ambil bagian dalam kunjungan tersebut.
Menurut Agus, kegiatan ekskul jurnalistik di MTsN 1 Bogor tidak hanya berfokus pada penulisan berita, tetapi juga mencakup berbagai aspek media. Mulai dari pelatihan menjadi reporter, produksi majalah dan mading, hingga pengelolaan media sosial dan pembuatan podcast.
Baca Juga: Roster Atlet Basket Kota Bogor untuk Popwilda Jabar 2026 Diumumkan, Berikut Deretan Namanya
“Anak-anak juga belajar wawancara, membuat berita, sampai mengelola konten digital, untuk podcast sendiri memang masih terbatas, baru sekitar 20 episode,” ujarnya.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, kata dia, para siswa tetap mampu menghasilkan berbagai karya, konten yang dibuat umumnya berkaitan dengan kegiatan sekolah serta prestasi siswa.
Agus menambahkan, minat siswa MTsN 1 Bogor terhadap ekskul jurnalistik tergolong tinggi. Pada awal pendaftaran, jumlah peminat bisa mencapai lebih dari 70 orang sebelum akhirnya diseleksi menjadi sekitar 50 siswa.
“Yang benar-benar aktif sekitar 20 orang, tapi yang ikut kunjungan hari ini cukup banyak, ada 35 siswa, ini menunjukkan antusiasme mereka cukup besar,” jelasnya.
Melalui kunjungan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat memahami secara langsung ritme kerja media profesional. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memacu semangat siswa untuk lebih aktif menulis dan menghasilkan karya jurnalistik.
“Kita ingin mereka belajar langsung dari sumbernya, di sini lengkap, ada media cetak, digital, sampai media sosial, harapannya setelah pulang, mereka lebih semangat menulis dan bisa mengikuti ritme kerja yang cepat,” tutupnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati