RADAR BOGOR - Kuota penerimaan siswa yang hendak masuk ke SMP Negeri di Kota Bogor mencapai 7 ribu. Kursi ini dipriroritaskan untuk masyarakat yang tergolong miskin.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan yang dimaksud warga miskin adalah mereka yang status ekonominya tergolong desil satu sampai lima.
“Iya tentu mereka kami prioritaskan. Untuk kouta SMP Negeri sendiri lebih kurang 7.160 siswa. Jumlah kelulusan SD kurang lebih 17 ribu siswa,” ungkap Dedie.
Jumlah SMP Negeri di Kota Bogor saat ini sebanyak 23 sekolah. Mereka yang tidak lolos pada SPMB 2026 disarankan untuk masuk sekolah swasta.
Baca Juga: Kunjungi Radar Bogor, Siswa MTsN 1 Bogor Belajar Ritme Kerja Jurnalistik Profesional
Pemerintah Kota Bogor sudah memberikan 2.000 beasiswa bagi siswa yang ditolak SMP Negeri. Masing-masing mendapatkan bantuan senilai Rp3 juta.
“Daya tampung swasta itu ada 8.000 jadi nanti sudah tidak adalagi isu Kota Bogor kekurangan bangku sekolah karena semuanya bisa terakomodir,” jelas Dedie.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi mengungkapkan sudah ada 67 sekolah swasta yang bekerja sama dalam program beasiswa pendidikan ini.
“Sebanyak 46 swasta umum dan 21 madrasah tsnawiyah. Kami sudah ber MOU dengan mereka jumlahnya 67,” ungkap Harry, Selasa, 12 Mei 2026.
Harry menjelaskan sekolah swasta ini akan masuk dalam pilihan ketiga pada server SPMB tahun ini. Mereka yang masu kriteria bisa langsung masuk ke sekolah swasta.
“Kriterianya itu tadi desil satu sampai lima dia akan langsung masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama sehingga mereka bisa sekolah gratis,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati