Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tingkatkan Kualitas Asesmen, Guru SMAN 10 Kota Bogor Asah Penyusunan Soal

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:36 WIB
Guru SMAN 10 Kota Bogor mengikuti workshop penyusunan soal Sumatif Akhir Tahun berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan antusias. (Foto: SMAN 10 for Radar Bogor)
Guru SMAN 10 Kota Bogor mengikuti workshop penyusunan soal Sumatif Akhir Tahun berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan antusias. (Foto: SMAN 10 for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Menjelang pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun, guru SMAN 10 Kota Bogor mengasah kompetensi penyusunan soal melalui workshop yang digelar di lingkungan sekolah.

Kegiatan Workship guru SMAN 10 ini menjadi upaya peningkatan kualitas asesmen agar lebih terukur dan sesuai standar pembelajaran.

Workshop guru SMAN 10 tersebut menghadirkan narasumber Cece Sutia yang memberikan materi sekaligus praktik penyusunan kisi-kisi dan berbagai tipe soal berbasis Artificial Intelligence (AI). 

Baca Juga: Kulineran di Ngopi Lumbung Padi Puncak Megamendung, Spot Nongkrong Estetik dengan Kolam Mancing dan Penginapan Tengah Sawah

Para guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan soal dengan pendekatan teknologi.

Dalam pemaparannya, Cece Sutia menekankan pentingnya asesmen yang tidak sekadar bersifat administratif.

Ia menyebut, soal harus mampu mengukur kemampuan siswa secara objektif, valid, dan selaras dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Sejak Rabu Bansos BPNT Tahap 2 Cair Melalui KKS Mandri, KPM Wajib Cek Saldo di Rekening 3 Bank Penyalur Sekarang

Selain itu, para guru juga dibekali pemahaman terkait pemanfaatan AI untuk membantu proses penyusunan soal agar lebih efektif.

Penggunaan teknologi dinilai dapat mempercepat kerja guru sekaligus meningkatkan kualitas instrumen penilaian.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mencoba berbagai model soal, hingga mempresentasikan hasil kerja di hadapan peserta lainnya.

Baca Juga: Kemenhub Ancam Cabut Izin PO Bus yang Tak Masuk Terminal, Pengawasan Keselamatan Diperketat

Salah satu peserta, Hesti Rahmawati, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.

“Narasumbernya sangat kompeten, penyampaiannya menarik, mudah dipahami, dan sabar. Materinya relevan dengan peran guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui asesmen. Guru tidak boleh asal membuat soal, tetapi harus sesuai panduan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI dalam penyusunan asesmen menjadi pengalaman baru yang menarik bagi para guru.

“Pemanfaatan AI dalam proses pembuatan asesmen secara tepat juga sangat efektif. Guru belajar membuat prompt, dan itu seru karena langsung praktik,” tambahnya.

Baca Juga: Al Nassr Batal Pesta Juara Liga Saudi, Tertunda Gara-Gara Ulah Kipernya Sendiri  

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arsal Hakim, mengatakan workshop ini menjadi sarana memperkuat pemahaman guru terkait asesmen pendidikan.

Ia menegaskan bahwa soal yang disusun harus objektif, berkeadilan, dan sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, guru bisa saling berbagi pemahaman tentang asesmen, bentuk soal yang baik, hingga menghasilkan nilai yang valid,” jelasnya.

Baca Juga: Kopi Embun Jadi Spot Nongkrong dan WFC di Bogor dengan Promo Jajanan Pasar Gratis

Kepala SMAN 10 Kota Bogor, Supeni, berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan hasil workshop dalam penyusunan soal Sumatif Akhir Tahun.

Ia menilai kualitas soal menjadi kunci dalam menggambarkan kemampuan peserta didik secara tepat.

“Sekolah berharap guru mampu membuat soal yang berkualitas dan memiliki standar yang baik sehingga dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara akurat,” ungkapnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#penyusunan soal #workshop #SMAN 10