RADAR BOGOR - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Kota Bogor 2026 digelar di Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Bogor dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah II Jawa Barat.
Sebanyak 48 peserta mengikuti empat mata lomba yang dipusatkan di lokasi tersebut. Adapun bidang yang dilombakan meliputi Cooking, Restaurant Service, Receptionist Service, dan Digital Marketing.
Kasubag Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Adi Maulana, menyebut sinergi antara MKKS dan Cadisdik berjalan baik dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menjelaskan, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk IBI Kesatuan yang memfasilitasi tempat dan pelaksanaan lomba.
“Pada intinya, Cabang Dinas Wilayah II dibantu oleh MKKS SMK dan IBI Kesatuan agar empat mata lomba ini bisa terselenggara dengan baik. Di IBI Kesatuan ini ada 48 peserta dari empat mata lomba,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penilaian dilakukan oleh juri profesional yang berasal dari kalangan praktisi. Hal itu dilakukan untuk menjaga objektivitas, transparansi, dan integritas hasil lomba.
“Karena jurinya berasal dari kalangan profesional dan bukan dari sekolah yang mengirimkan peserta, maka objektivitas, transparansi, dan integritasnya bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Adi menegaskan, LKS merupakan agenda rutin seperti O2SN dan FLS2N yang bertujuan menjaring bibit unggul siswa SMK. Melalui ajang ini, diharapkan lahir perwakilan terbaik untuk melaju ke tingkat provinsi.
Ketua MKKS SMK Kota Bogor, Deden Iskandar, mengatakan pelaksanaan LKS tahun ini berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak. Ia menyebut, empat mata lomba di IBI Kesatuan menjadi bagian dari total puluhan cabang yang digelar di berbagai lokasi.
“Hari ini sudah selesai dilaksanakan kegiatan LKS tingkat Kota Bogor atas kerja sama antara MKKS dengan IBI Kesatuan untuk empat mata lomba. Alhamdulillah, acara diselenggarakan dengan baik dan dinilai langsung oleh tim juri profesional,” ucapnya.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 38 cabang lomba, dengan 25 cabang yang dilombakan. Selain di IBI Kesatuan, beberapa lomba juga bekerja sama dengan pihak industri dan instansi lain.
“Mudah-mudahan perwakilan kita tidak hanya sampai tingkat provinsi, tapi juga tembus ke tingkat nasional karena lomba ini berjenjang,” katanya.
Salah satu peserta, Refi Ramdani dari SMK Citra Pariwisata, berhasil meraih juara dua pada lomba Cooking. Ia mengaku mengikuti kompetisi tersebut dengan pengalaman pertama di luar sekolah.
“Saya mendapat juara dua di lomba Cooking. Hari ini saya memasak Ayam Teturuga dari Sulawesi Utara, dengan waktu 90 menit untuk memasak dan plating,” ujarnya.
Ia mengaku tidak menyangka bisa meraih posisi tersebut, meski menyadari masih perlu meningkatkan kemampuan. Ia juga menyebut hanya juara pertama yang akan melaju ke tingkat provinsi.
Peserta lainnya, Jihan Salsabila, mengikuti lomba Restaurant Service yang menguji kemampuan pelayanan kepada tamu. Ia menjelaskan, peserta harus memahami sequence of service mulai dari table set-up hingga pelayanan secara menyeluruh.
“Tantangannya melayani tamu dengan permintaan yang tidak bisa ditebak, termasuk menghadapi alergi atau preferensi tertentu. Kami harus memastikan pelanggan tetap nyaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan terbilang singkat karena bertepatan dengan masa praktik kerja lapangan (PKL). Meski begitu, pengalaman mengikuti lomba menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan. (uma)
Editor : Eka Rahmawati