Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Sekadar Teori, Siswa SMAN 10 Kota Bogor Belajar Harmoni Sosial Secara Langsung

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:00 WIB
Kegiatan Siswa SMAN 10 di Panti Jompo. (Foto: SMAN 10 for Radar Bogor)
Kegiatan Siswa SMAN 10 di Panti Jompo. (Foto: SMAN 10 for Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Libur akhir pekan yang biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat atau berwisata justru digunakan secara berbeda oleh siswa kelas XI SMAN 10 Kota Bogor.

Para siswa SMAN 10 mengisi hari Sabtu 16 Mei 2026 dengan melakukan aksi nyata di tengah masyarakat melalui kegiatan bertema 'Aksi Nyata Membangun Harmoni Sosial'.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMAN 10 dibagi ke dalam empat kelompok dan disebar ke sejumlah lokasi sosial serta tempat ibadah lintas budaya.

Mereka melakukan berbagai aktivitas di panti asuhan, panti jompo, pura, hingga klenteng sebagai bentuk interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata pelajaran Sosiologi yang dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep di dalam kelas.

Siswa juga didorong untuk melihat langsung realitas kehidupan sosial dan keberagaman yang ada di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Update Bansos Selasa, 19 Mei 2026, Saldo BPNT Rp600 Ribu Mulai Ditransfer ke KKS Bank Ini dan Agenda Penting Sekolah Rakyat

Guru Sosiologi SMAN 10 Kota Bogor, Agus Jatmika, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Ia menyebut, siswa perlu mengalami langsung situasi sosial agar lebih memahami materi yang dipelajari.

“Saya ingin anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melakukan observasi langsung melalui kegiatan aksi nyata ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa.

Menurutnya, pengalaman di lapangan akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan sekadar teori.

“Dari kegiatan ini siswa bisa belajar empati, kepedulian sosial, toleransi, dan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan masyarakat yang beragam,” katanya.

Kepala SMA Negeri 10 Kota Bogor, Supeni, turut menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pembelajaran akademik.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan karakter melalui pembelajaran mendalam di luar kelas,” ucapnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Telat! Bukan Cuma Tilang, Kendaraan Bisa Jadi Bodong Jika STNK Mati 7 Tahun

Salah satu siswa, Aira, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat mengunjungi Panti Jompo Muara Kasih. Ia merasakan pengalaman berbeda karena dapat berinteraksi langsung dengan para lansia.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut memberinya banyak pengalaman baru, khususnya dalam memahami kehidupan para lansia.

“Kegiatan seperti ini sangat berkesan dan membuat saya lebih memahami kehidupan orang lain,” tuturnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#aksi sosial #kota bogor #SMAN 10 #akhir pekan