RADAR BOGOR – SMK Kehutanan Bakti Rimba terus memperkuat kompetensi siswanya melalui pelatihan keterampilan lapangan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Salah satunya lewat Pelatihan Keterampilan Penanganan Ular (Snake Handling) yang digelar SMK Kehutanan Bakti Rimba pada 22 Maret 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya SMK Kehutanan Bakti Rimba dalam membekali calon rimbawan dengan kemampuan menghadapi berbagai risiko saat bertugas di kawasan hutan, termasuk ancaman satwa liar seperti ular.
Untuk memastikan materi yang diberikan sesuai standar profesional, SMK Kehutanan Bakti Rimba menggandeng Tim Kelompok Mahasiswa Pemerhati Herpetofauna (KMPH) Universitas Nusa Bangsa serta PT Bio Survey Lestari.
Kegiatan berlangsung secara intensif dengan menggabungkan teori ilmiah dan praktik langsung di lapangan.
Para siswa mendapatkan pembelajaran mulai dari aspek biologi ular, teknik identifikasi, penanganan gigitan ular berbasis medis modern, hingga praktik menangkap dan mengevakuasi ular dengan aman.
Baca Juga: Ponsel Bek Persib Frans Putros Hilang Saat Pawai Juara, Diduga Dicopet di Tengah Kerumunan Massa
Kepala SMK Kehutanan Bakti Rimba, Ribai, S.Hut., M.Si mengatakan, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Pelatihan penanganan ular ini bukan hanya pelengkap pembelajaran, tetapi investasi keterampilan dan keselamatan bagi para siswa ketika nanti bekerja di lapangan,” ujarnya.
Menurut Ribai, kemampuan memahami perilaku ular hingga melakukan pertolongan pertama yang tepat sangat dibutuhkan oleh calon rimbawan modern.
Ia menilai, keterampilan tersebut tidak hanya berguna untuk melindungi diri dan tim saat berada di hutan, tetapi juga mendukung upaya konservasi satwa liar dan keseimbangan ekosistem.
“Dengan bekal ini, siswa tidak hanya siap menghadapi risiko di lapangan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya pelestarian alam Indonesia,” jelasnya.
Pendiri KMPH sekaligus Direktur PT Bio Survey Lestari, Arief Purwo Handoyo, turut memberikan motivasi kepada para siswa selama pelatihan berlangsung.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Jadwal dan Syarat SPMB Sekolah Maung Jawa Barat 2026 yang Dibuka Hari Ini
Ia mengajak para peserta menjadikan kemampuan penanganan ular sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan manusia sekaligus perlindungan satwa liar.
“Keahlian ini harus menjadi semangat untuk menjaga kehidupan. Setiap ular yang berhasil dievakuasi dengan aman dan setiap nyawa yang bisa diselamatkan adalah bukti bahwa kalian bukan hanya pekerja hutan, tetapi penjaga keseimbangan alam,” ungkap Arief.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Para siswa terlihat aktif mengikuti praktik dan berinteraksi langsung dengan satwa yang ditangani instruktur.
Bahkan, sejumlah siswa mengaku tertarik memperdalam kemampuan rescue ular karena dinilai menjadi keterampilan penting di dunia kehutanan dan konservasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen SMK Kehutanan Bakti Rimba dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri modern.
Selain pembelajaran teori di kelas, siswa juga dibekali keterampilan lapangan bersertifikasi yang relevan dengan dunia kerja di sektor kehutanan, konservasi, hingga lingkungan hidup.
Beberapa keunggulan yang ditawarkan SMK Kehutanan Bakti Rimba antara lain:
- Kurikulum adaptif yang menggabungkan ilmu kehutanan dengan keterampilan survival dan rescue
- Kerja sama dengan perguruan tinggi dan perusahaan konsultan lingkungan
- Prospek kerja luas bagi lulusan di bidang kehutanan, konservasi, dan instansi pemerintah
Melalui program tersebut, SMK Kehutanan Bakti Rimba berharap mampu mencetak generasi rimbawan muda yang kompeten, tangguh, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan Indonesia. (***)