RADAR BOGOR - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Pelepasan dan Perpisahan Santri SDIT dan SMPIT Birrul Waalidain 1 Bogor Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sahala Martua, Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin, 1 Juni 2026.
Mengusung tema “Mengukir Perpisahan, Menyongsong Masa Depan”, acara ini menjadi momentum pelepasan sekaligus ungkapan syukur atas kelulusan para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Koordinator Kepala Sekolah dan Pengawasan Kinerja Guru Birrul Waalidain 1 Bogor, Hj. Ida Syaidah, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini merupakan pelepasan angkatan ke-21 untuk tingkat SD dan angkatan ke-12 untuk tingkat SMP.
"Kami melaksanakan kegiatan pelepasan dan perpisahan santri SDIT dan SMPIT Birrul Waalidain 1 Bogor tahun ajaran 2025/2026. Khusus kelas 6 dan kelas 9 dilakukan penyematan tanda kelulusan sebagai bentuk rasa syukur karena mereka telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya," ujarnya.
Sebanyak 75 santri mengikuti prosesi pelepasan tersebut, terdiri dari 47 siswa SDIT dan 28 siswa SMPIT.
Selain prosesi penyematan tanda kelulusan, para santri juga menampilkan kemampuan akademik yang menjadi ciri khas sekolah.
Kepala SDIT Birrul Waalidain, Sumiyati, S.Pd, mengatakan, siswa kelas 6 menampilkan terjemah Al-Qur’an menggunakan metode Tamyiz, sementara siswa kelas 9 memperlihatkan kemampuan mengi’rab dengan metode Tamyiz 2.
"Setelah penyematan, anak-anak kelas 6 menampilkan terjemah dengan metode Tamyiz. Kemudian untuk siswa SMP menampilkan kemampuan mengi’rab menggunakan metode Tamyiz 2. Setelah kegiatan seremonial, acara dilanjutkan dengan penampilan seni budaya dari adik-adik kelas mulai kelas 1 hingga kelas 8," jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB itu dihadiri oleh para orang tua santri serta tamu undangan lainnya.
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk harapan agar hubungan silaturahmi antara sekolah, santri, dan orang tua tetap terjalin meskipun para siswa telah menyelesaikan pendidikan di Birrul Waalidain.
"Setelah anak-anak dilepas, bukan berarti hubungan terputus. Mudah-mudahan silaturahmi tetap terjaga. Mereka akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih gemilang," tutur Sumiyati.
Tak hanya unggul dalam pendidikan agama, para santri Birrul Waalidain juga menorehkan berbagai prestasi di luar sekolah. Mulai dari bidang hafalan Al-Qur’an, sains, olahraga hingga berbagai kompetisi tingkat kabupaten maupun nasional.
Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar terus mendampingi proses pendidikan anak, terutama dalam pembentukan karakter dan pendidikan agama.
"Pesan kami kepada orang tua agar selalu membimbing dan memperhatikan pendidikan anak, khususnya pendidikan agama. Karena pendidikan agama merupakan pondasi utama yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa nanti," pungkas Ida Syaidah.(cok)
Editor : Eka Rahmawati