RADAR BOGOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mulai melakukan penjangkauan calon peserta didik untuk program Sekolah Rakyat.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat dilakukan berdasarkan data keluarga yang masuk kategori prioritas, bukan melalui mekanisme pendaftaran terbuka.
Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf, mengatakan saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah identifikasi dan penjangkauan calon siswa yang berhak mengikuti program Sekolah Rakyat tersebut.
“Sekarang kami masih fokus melakukan penjangkauan terhadap calon peserta didik yang sesuai dengan kriteria program Sekolah Rakyat,” ujar Farid, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sistem penerimaan Sekolah Rakyat memiliki mekanisme berbeda dibanding sekolah formal lainnya.
Program ini tidak membuka pendaftaran umum karena seluruh calon siswa dipilih berdasarkan data sosial yang telah dimiliki pemerintah.
Baca Juga: Ruko Aksesori Motor di Kota Depok Hangus Terbakar Dini Hari, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta
“Tidak ada proses pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Kami menggunakan basis data desil 1 dan desil 2, kemudian mengidentifikasi anggota keluarga yang berada pada usia sekolah untuk selanjutnya dilakukan penjangkauan,” jelasnya.
Menurut Farid, untuk jenjang SMA kuota yang tersedia pada tahap awal sebanyak 50 siswa.
Namun, hasil pendataan sementara menunjukkan jumlah calon peserta didik yang memenuhi kriteria sudah melebihi kapasitas yang disediakan.
“Data terakhir yang kami miliki menunjukkan ada sekitar 130 calon siswa tingkat SMA yang telah terinventarisasi. Sementara kuota yang tersedia hanya 50 orang, sehingga nantinya akan dilakukan proses seleksi kembali,” katanya.
Sementara itu, proses pendataan dan penjangkauan calon siswa untuk jenjang SD dan SMP masih terus berlangsung.
“Untuk tingkat SD dan SMP saat ini masih dalam tahap identifikasi serta penjangkauan calon peserta didik,” tambahnya.
Farid juga menyampaikan bahwa kapasitas Sekolah Rakyat akan semakin besar apabila pembangunan sekolah permanen yang berlokasi di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, telah rampung.
Menurutnya, fasilitas tersebut nantinya dapat menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berasal dari Kabupaten Bogor.
“Jika pembangunan sekolah permanen sudah selesai seluruhnya, kapasitasnya bisa mencapai sekitar 1.000 siswa untuk tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Kapasitas tersebut khusus untuk kebutuhan Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin