RADAR BOGOR - IPB University kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan menyabet gelar Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini berlangsung di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dan menjadi ajang penghargaan bagi mahasiswa serta perguruan tinggi yang berhasil menghadirkan program inovatif, aplikatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen IPB University dalam mendorong pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berorientasi pada kontribusi sosial, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Buka Rekening Makin Fleksibel, BRImo Permudah Registrasi Nasabah di 15 Negara
Dalam kompetisi tersebut, IPB University berhasil meraih penghargaan di lima kategori sekaligus, yaitu Juara 2 Poster Terbaik, Juara 1 Video Terbaik, Juara 2 Inovasi Teknologi Terbaik, Juara 1 Dosen Inspiratif, serta predikat Juara Umum Mahasiswa Berdampak 2025.
Deretan penghargaan ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya kuat dalam aspek ide dan inovasi, tetapi juga unggul dalam komunikasi publik, dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi, serta peran aktif dosen dalam mendampingi mahasiswa dan masyarakat.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Program pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim IPB University di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dengan mengusung judul “Penerapan Inovasi Atraktor Cumi-Cumi dan Produk Zero Waste di Desa Sangrawayang dalam Mewujudkan Ekosistem Bisnis Menuju Ekonomi Biru.”
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Mitra kegiatan meliputi para nelayan dan Karang Taruna Desa Sangrawayang yang turut terlibat aktif dalam pelaksanaan program di lapangan.
Melalui inovasi atraktor cumi-cumi, program ini diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pengembangan produk berbasis konsep zero waste dari cumi-cumi menjadi strategi untuk menambah nilai ekonomi, meminimalkan limbah hasil perikanan, serta membuka peluang usaha baru, terutama bagi generasi muda di wilayah pesisir.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Muh Faturokhman, S.Pt., M.Si., Prof. Mulyono, dan Dr. Roza Yusfiandayani, yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Ketua tim, Muh Faturokhman, menegaskan bahwa capaian IPB University dalam program ini tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan, melainkan harus dibuktikan melalui dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa inovasi atraktor cumi-cumi serta pengolahan produk turunannya memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan nelayan, memperkuat kemandirian masyarakat pesisir, serta mendukung pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.
“Kemenangan ini bukan sekadar simbol, tetapi harus benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Inovasi atraktor cumi-cumi dan pengolahan hasilnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus membangun ekosistem bisnis pesisir menuju ekonomi biru,” ujarnya.
Editor : Eka Rahmawati