RADAR BOGOR - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (Unpak) terus berupaya melestarikan budaya lokal melalui digitalisasi pengetahuan tentang golok.
Upaya itu menjadi bagian dari kolaborasi FISIB dengan Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) yang turut mewarnai gelaran Lomba Fashion Show Golok di Pasar Gembrong, Sukasari, Kota Bogor Jumat, 5 Juni 2026.
Koordinator Laboratorium Digitalisasi Sastra FISIB Universitas Pakuan, Langgeng Prima Anggradinata menjelaskan, pihaknya tengah mengembangkan digital collection yang menghimpun berbagai pengetahuan mengenai golok dan benda pusaka lainnya.
Menurutnya, golok bukan sekadar perkakas sehari-hari, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan pengetahuan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Job Fair Kota Bogor Dimulai 8 Juni 2026, Tersedia 3 Ribu Lowongan Kerja
"Memang golok adalah perkakas sehari-hari, tapi ada cerita di balik bilah besi itu. Pengetahuan inilah yang kami angkat melalui digital collection kami," ujar Langgeng.
Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai dokumentasi budaya tanpa dibatasi ruang dan waktu. Koleksi itu juga ditujukan untuk generasi muda, peneliti, hingga masyarakat umum.
Langgeng menerangkan, saat ini platform yang dikembangkan telah dilengkapi berbagai teknologi pendukung. Salah satunya fitur artificial intelligence (AI) dan optical character recognition (OCR).
"Saat ini, kami telah menyematkan fitur artificial intelligence dan optical character recognition untuk membaca teks dalam bentuk gambar serta transliterasi dan translasi dari berbagai bahasa sehingga pengguna dapat membaca teks beraksara Arab dengan mudah," jelasnya.
Selain digitalisasi budaya, kolaborasi FISIB dan GPSN juga diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.
Salah satunya Lomba Fashion Show Golok yang diikuti 14 peserta penyandang disabilitas dari berbagai kategori, mulai dari tunarungu, down syndrome hingga tunagrahita.
Dekan FISIB Universitas Pakuan, Muslim mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Sunda.
"Kegiatan ini adalah wujud kepedulian FISIB terhadap budaya, terlebih budaya Sunda," katanya.
Sementara itu, Dewan Pembina GPSN, Gatut Susanta menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan Universitas Pakuan. Menurutnya, pelestarian budaya golok membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki karakter yang profesional dan independen, sehingga dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang golok," pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati