Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SMPN 1 Bogor Terapkan Aplikasi Anti Nyontek Cegah Kecurangan saat Ujian Online

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:46 WIB
Ilustrasi: Siswa SMPN 1 Bogor saat ujian menggunakan smartphone. (Dok. SMPN 1 Bogor)
Ilustrasi: Siswa SMPN 1 Bogor saat ujian menggunakan smartphone. (Dok. SMPN 1 Bogor)

RADAR BOGOR – Maraknya praktik kecurangan saat ujian berbasis online mendorong SMP Negeri 1 Kota Bogor mengambil langkah tegas. Sekolah tersebut kini menerapkan sistem ujian anti nyontek dengan memanfaatkan aplikasi pengunci perangkat berbasis digital.

Penerapan ini dilakukan dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT). Melalui aplikasi bernama Examonlan yang dikembangkan tim Tepilayar, siswa tidak bisa membuka aplikasi lain selama ujian berlangsung.

Kepala SMPN 1 Kota Bogor, Dani Mohamad Kusnadi mengatakan, penggunaan sistem ini merupakan terobosan baru di lingkungan sekolahnya. Ia menyebut ide tersebut muncul dari para guru yang kemudian diuji coba sebelum akhirnya diterapkan secara penuh.

“Awalnya ini inisiatif dari para guru, setelah dilakukan simulasi selama satu minggu, kami memutuskan untuk langsung menerapkannya dalam ASAT,” ujar Dani, Rabu, 10 Juni 2026.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi Bogor, 68 Tim Bakal Unjuk Gigi di Turnamen Basket 3x3 Taman Ekspresi

Menurut Dani, perkembangan teknologi di dunia pendidikan memang membawa banyak kemudahan. Namun di sisi lain, hal tersebut juga memunculkan tantangan baru, terutama menurunnya fokus belajar siswa serta meningkatnya potensi kecurangan saat ujian online.

Ia menilai, tanpa diimbangi dengan penanaman karakter, pemanfaatan teknologi justru bisa berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan. Karena itu, sistem ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih jujur dan bertanggung jawab.

“Aplikasi ini menjadi jawaban atas kekhawatiran guru dan siswa yang sudah belajar dengan sungguh-sungguh, tetapi kalah oleh praktik kecurangan. Ini berbahaya karena bisa menurunkan daya juang siswa,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penggagas penggunaan aplikasi tersebut, Rizal Dalil menuturkan, sistem ini tidak hanya berfungsi mencegah kecurangan, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai kejujuran sejak dini.

“Tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjunjung tinggi kejujuran. Kebiasaan menyontek yang dibiarkan bisa berdampak buruk bagi masa depan mereka,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengerjakan soal melalui aplikasi yang dapat diunduh di perangkat Android maupun iPhone. Bagi siswa yang mengalami kendala perangkat atau jaringan, sekolah menyediakan fasilitas komputer di ruang CBT.

Menariknya, sistem ini juga dilengkapi fitur peringatan. Jika siswa mencoba melakukan pelanggaran, seperti membuka aplikasi lain, alarm akan berbunyi sehingga memberikan efek jera.

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak, mulai dari siswa, guru hingga orang tua. Selain mendukung digitalisasi pendidikan, langkah ini dinilai mampu menjaga integritas akademik serta membentuk budaya jujur di lingkungan sekolah.

“Harapannya, kami bisa mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#anti nyontek #bogor #aplikasi #SMPN 1