RADAR BOGOR – SMPN 8 Kota Bogor menggelar pentas seni (pensi) bertajuk PRAKARSA 8 2.0 di lapangan sekolah, Rabu 17 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-45 SMPN 8 Kota Bogor sekaligus wadah ekspresi seni dan budaya bagi para siswa.
Ketua pelaksana, Bisma Prastya Nugraha mengatakan, tahun ini PRAKARSA mengusung tema “Loka Nusantara: Satu Nusantara, Seribu Budaya”.
Seluruh rangkaian acara diisi dengan penampilan seni siswa yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia.
“Ini adalah PRAKARSA 8 2.0 yang merupakan pentas seni dengan menampilkan ragam tarian dan atraksi budaya dari berbagai daerah yang dilakukan oleh siswa-siswi,” ujarnya.
Dalam pensi tersebut, siswa kelas 8 menampilkan konsep budaya yang berbeda. Mulai dari budaya Indonesia Timur, Melayu, Betawi, Bali, Batak, Minangkabau, Sunda, Aceh, hingga kisah asal-usul Kota Pontianak.
Baca Juga: Peringati Hari Lansia Nasional, Sekda Kota Bogor Ikut Cukur Rambut Gratis
Penampilan dikemas dalam berbagai bentuk seperti upacara adat, drama musikal, hingga koreografi dengan pesan bahasa isyarat.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan bazar jajanan dan photobooth yang menarik perhatian pengunjung.
Bisma menjelaskan, PRAKARSA 8 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah sebelumnya digelar dengan tema berbeda.
Ia menekankan tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi budaya kepada siswa sejak dini.
“Banyak anak yang ternyata baru tahu kesenian khas daerah setelah mengikuti acara ini. Misalnya tradisi Bambu Gila dari Maluku, Tari Kecak dari Bali, Tari Saman dari Aceh, hingga Jaipong dari Sunda,” katanya.
Menurutnya, selain mengenalkan budaya, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk menghargai proses.
Persiapan pensi dilakukan selama dua hingga tiga bulan dengan berbagai tantangan yang harus dilalui siswa.
“Awalnya saat latihan mungkin terlihat kurang bagus, tetapi karena terus berlatih akhirnya penampilan mereka bisa maksimal. Belajar menghargai proses latihan itu yang paling berharga,” jelasnya.
Total terdapat 10 grup yang tampil dalam kegiatan tersebut. Seluruh siswa kelas 8 menjadi peserta utama, sementara siswa kelas 9 terlibat dalam tim opening ceremony dan closing ceremony.
Bisma mengaku bangga melihat antusiasme para siswa selama proses hingga hari pelaksanaan.
Baca Juga: Libur Sekolah! MBG Dihentikan Sementara, BGN Audit dan Telusuri Kepemilikan SPPG
Ia menyebut kerja keras yang dilakukan selama ini terbayar saat melihat para siswa tampil percaya diri di atas panggung.
“Saya sangat bangga melihat mereka bisa berproses sampai di titik ini. Rasa lelah selama ini terbayar saat melihat anak-anak tampil bahagia,” ucapnya.
Ia berharap ke depan kegiatan serupa bisa terus didukung, termasuk oleh pemerintah.
Menurutnya, SMPN 8 Kota Bogor memiliki peran penting dalam mengenalkan dan melestarikan budaya, terutama bagi siswa yang tidak memiliki akses ke sanggar seni. (uma)
Editor : Yosep Awaludin