RADAR BOGOR – Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an (PPHQ) Al Falakiyah menggelar Haflah Tasyakur Khatmil Qur'an 2026 di Jalan KH TB Falak, Kota Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian pendidikan para santri sekaligus bentuk pertanggungjawaban pondok kepada para wali santri.
Lebih dari 700 orang menghadiri kegiatan tersebut. Haflah Tasyakur diisi dengan prosesi kelulusan, wisuda tahfiz, wisuda Qiraati, hingga wisuda 30 juz Al-Qur'an.
Ketua Pelaksana Haflah Tasyakur, Ridwanullah Fauzi menjelaskan, seluruh rangkaian wisuda telah dimulai sejak awal Juni melalui sima'an hafalan Al-Qur'an.
"Sejak tanggal 6 Juni para santri sudah melaksanakan sima'an hafalan Al-Qur'an sebagai syarat mengikuti prosesi wisuda. Jadi, hari ini merupakan puncak dari seluruh proses yang telah mereka lalui," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada sesi pagi dilaksanakan Tasyakur Kelulusan kelas IX dan XII, dilanjutkan Wisuda Tahfiz kategori 5, 10 hingga 20 juz serta Wisuda Kitab Kuning metode Amtsilati.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Usul Biaya BPJS Kesehatan Ditanggung Pusat, Ini Alasannya
Sementara sesi siang diisi Wisuda Qiraati dan malam harinya menjadi puncak acara melalui prosesi Wisuda 30 Juz.
"Tahun ini ada 21 santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, terdiri dari 10 santri putra dan 11 santri putri," ungkap Ridwanullah.
Kepala Yayasan PPHQ Al-Falakiyah, Tubagus Asep Zulfiqor mengatakan Haflah Tasyakur merupakan bentuk laporan kepada para orang tua atas hasil pendidikan yang telah dijalani para santri selama belajar di pondok.
"Hari ini yang tampil di atas panggung adalah santri-santri yang berhasil berjuang mengejar target hafalan mereka. Ini adalah bukti nyata hasil belajar mereka selama berada di Al-Falakiyah," katanya.
Menurutnya, menjadi penghafal Al-Qur'an membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, dan istiqamah yang tinggi.
Karena itu, keberhasilan para santri merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani setiap hari.
Ia juga mengingatkan para wali santri bahwa memiliki anak yang menjadi penghafal Al-Qur'an merupakan nikmat besar.
"Insya Allah kelak anak-anak kita akan memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di surga. Keberkahan juga akan hadir dalam keluarga yang di dalamnya terdapat penuntut ilmu agama dan penghafal Al-Qur'an," tuturnya.
Selain program tahfiz, Al-Falakiyah juga mengembangkan pembelajaran Kitab Kuning menggunakan metode Amtsilati.
Program tersebut menjadi alternatif bagi santri untuk memperdalam ilmu alat sesuai kemampuan masing-masing.
Baca Juga: Menjelang PKH BPNT Tahap 3, Jutaan KPM Dicoret dari Bansos, Ini Alasannya
Mereka menguasai Amtsilati hanya dalam waktu enam bulan. Setelah jenjang Tsanawiyah, baru ditentukan siapa yang lebih difokuskan pada tahfiz dan siapa yang lebih mendalami kitab," jelas Tubagus.
Ia menambahkan, pondok juga terus mendorong para santri berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Sejumlah penghargaan tingkat daerah hingga nasional berhasil diraih santri dalam berbagai kompetisi.
Di akhir sambutannya, KH Tubagus Asep berpesan agar seluruh santri menjaga akhlak serta terus istiqamah mengamalkan Al-Qur'an.
"Jagalah hati kalian. Jadilah pribadi yang tawadhu. Hormati kedua orang tua, muliakan para guru, dan terus istiqamah dalam beribadah kepada Allah SWT," pesannya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Bogor, Ujang Supriyatna.
Ia menilai Al-Falakiyah memiliki keunggulan karena mampu menggabungkan pendidikan Al-Qur'an dan kitab kuning.
"Saya melihat pondok ini memiliki ciri khas yang luar biasa. Tidak hanya fokus pada Al-Qur'an, tetapi juga kitab kuning. Bahkan tim media pondok juga sangat baik. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan tim media Al-Falakiyah dalam berbagai kegiatan publikasi bersama Kementerian Agama," ujarnya.
Menurutnya, lulusan Al-Falakiyah memiliki bekal yang baik untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
"Kami juga akan mengenalkan melalui media sosial Kementerian Agama bahwa di tengah Kota Bogor ada pondok pesantren yang memiliki kualitas pendidikan Al-Qur'an dan kitab kuning yang sangat baik," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Cabang Qiraati Bogor 1, Ustadz Qomaruddin mengajak seluruh santri untuk terus mencintai Al-Qur'an.
Baca Juga: 4 Kuliner Betawi yang Wajib Dicoba, dari yang Populer hingga yang Mulai Sulit Dicari
"Para santri di sini mengaji lima waktu bahkan lebih setiap harinya. Ini adalah keberuntungan yang luar biasa. Bersama Al-Qur'an hidup akan menjadi lebih indah dan penuh keberkahan," ungkapnya.
Pengajar Kitab Kuning, Sulaiman Jamal menjelaskan metode Amtsilati dirancang agar santri lebih mudah memahami ilmu nahwu dan sharaf.
"Tahun ini ada 50 santri yang mengikuti program Amtsilati, terdiri dari 27 santri putra dan 23 santri putri. Alhamdulillah seluruhnya lulus sesuai standar pusat. Bahkan di tempat lain biasanya membutuhkan waktu hingga satu tahun," katanya.
Setelah menyelesaikan enam jilid Kitab Amtsilati, para santri diarahkan memperbanyak praktik membaca kitab kuning sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari. (bay)
Editor : Yosep Awaludin