Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Healing Setelah Ujian, SMAN 4 Bogor Hadirkan Ragam Kaulinan Tradisional

Pipin Apriani • Jumat, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB
Para siswa saat memainkan jenis Kaulinan Tradisional Sunda, Cing Cicing (kiri) dan bola beracun (kanan) sebagai bagian kegiatan Classmeeting di SMAN 4 Bogor. (Dok. SMAN 4 Bogor)
Para siswa saat memainkan jenis Kaulinan Tradisional Sunda, Cing Cicing (kiri) dan bola beracun (kanan) sebagai bagian kegiatan Classmeeting di SMAN 4 Bogor. (Dok. SMAN 4 Bogor)

RADAR BOGOR - Classsmeeting menjadi agenda penting yang dinantikan semua murid setelah penilaian akhir jenjang. Kegiatan tersebut diadakan tidak hanya sebagai sarana healing, refreshing, dan recharge otot dan otak murid setelah penat dan stres melalui ujian.

Namun, classmeeting juga memberi ruang untuk bounding diantara teman sekelas juga dengan wali kelas,  selain itu mengisi waktu menunggu pembagian rapot. 

“Classmeeting merupakan kegiatan yang reguler dilaksanakan SMA Negeri 4 Bogor, setiap  selesai penilaian akhir semester maupun penilaian akhir jenjang,” jelas Waka Humas SMAN 4 Bogor, Siti Chalimah, mewakili Kepsek, Yulianti Rosdian.

Baca Juga: Kisah Bripka Agus Prio Pramono, Anggota Polresta Bogor Kota Jual Motor Kesayangan demi Bangun Pesantren Gratis bagi Anak Dhuafa

Kegiatan ini, lanjut Siti Chalimah dipertahankan dengan pertimbangan  besar manfaatnya sementara proses pembelajaran telah selesai dilaksanakan, dan waktu libur belum datang.

“Classmeeting juga sebagai sarana mencegah kegiatan yang tidak bermanfaat seperti nongkrong, gamming,  bahkan tawuran yang menjurus pada kriminalitas,” tambah dia. 

Classmeeting tahun ini, SMAN 4 mengusung tema yang sinergis dengan tujuan pendidikan Jawa Barat Pancawaluya (Cageur Bageur Bener Pinter tur Singer) yaitu Nànjeurkeun Kaulinan Jawa Barat dengan melaksanakan permainan jaman dahulu seperti Cing Benteng, Gala Asin, Lompat tali, Cing Cicing, yang memiliki filosofis mendalam seperti cinta alam dan menghormati sesama dan kepemimpinan.

“Kegiatan ini wajib diikuti seluruh murid kelas X dan XI, dengan ketentuan satu kaulinan hanya bisa diikuti satu orang siswa,” ujar dia.

Pada pelaksanaan kegiatan ini, lanjutnya, sebagian besar murid-murid mengakui baru mengenal permainan yang akan dilombakan, namun teknologi memudahkan mereka untuk simulasi dan menonton teknis permainan, kemudian dalam teknikal meeting diperjelas juklak juknisnya agar tidak error saat pelaksanaan.  

“Alhamdulillah pada saat classmeet semua berjalan lancarr, sukses, dan memberi kebahagiaan untuk semua pihak, baik yang menang, maupun yang kalah,” jelas Siti Chalimah.  

Hasil dari perlombaan kaulinan  di antaranya, pemenang Gala Asin yakni juara kelas  X.9, Spintrong (lompat tali) juaranya kelas XI.7, juara Cing Banteng X.2 dan juara Cing Cicing kelas X.9.  

“Sesuai jargon SMAN 4 Bogor  "Hebat Berakhlak - Sukses Berprestasi", yang sering  digaungkan insya Allah menjadi doa untuk masa depan yang gemilang murid- murid SMAN 4 kelak, aamiin,” harap Chalimah.(pia)

Editor : Eka Rahmawati
#kaulinan #SMAN 4 Bogor #tradisional