RADAR BOGOR - Pengadaan seragam Sekolah Maung di SMKN 3 Kota Bogor diprotes sejumlah orang tua, rencana ini dinilai memberatkan.
Aksi protes orang tua tersebut viral di media sosial, dalam salah satu unggahan, sekolah mematok harga seragam Sekolah Maung senilai Rp750 ribu.
Menanggapi hal itu, Kepala Tata Usaha SMKN 3 Kota Bogor, David Faizal memberi penjelasan dan menurutnya hal ini pertama kali mencuat saat pihaknya mengadakan rapat.
Rapat tersebut digelar pada pertengahan bulan Juni 2026 lalu dengan agenda rapat membahas evaluasi pembelajaran dan pemaparan program SMKN 3 Kota Bogor.
Baca Juga: Penataan Alun-Alun Empang Bogor Dimulai, Ada Area Kuliner hingga Lahan Parkir
“Orang tua termasuk komite juga hadir, rapatnya tanggal 17 atau 18 Juni lalu, bahasannya evaluasi pembelajaran dan pemaparan program,” jelas David.
Pihak sekolah turut memberika berita acara terkait program yang akan dijalankan, termasuk rencana pembuatan Sekolah Maung.
“Komite menyampaikan perkiraaan harganya seperti ini, dan itu tidak wajib, untuk harganya seperti yang dimedsos kisaran Rp700 ribu,” ujar David.
Harga seragam tersebut sudah mencakup beberapa kebutuhan lain, mulai dari baju, celana, ikat pinggang, emblem, topi hingga sepatu.
“Dan itu tidak wajib, kalau yang mau beli lewat online juga disilahkan, kami juga membuka keleluasaan bagi mereka yang mau mencicil,” terang David.
Sekolah digaransi David siap mensubsidi bagi siswa yang tidak mampu beli seragam itu dan program bantuan tersebut memang sudah rutin diberikan.
“Tapi malah bergejolak dan ketika dilacak dari yang bergejolak itu ternyata orang tua yang meramaikan di Mesdos mereka yang tidak datang saat rapat,” jelasnya.
David mengatakan ide pengadaan seragam Sekolah Maung ini diadopsi dari sekolah taruna lain dan menginginkan siswanya terlihat lebih rapi.
“Inginnya kita itu ke arah Taruna karena kan sudah banyak tuh, untuk apa, meningkatkan kedisiplinan, pembentukan karakter, penanaman etika,” bebernya.
Sehingga awalnya, pengadaan seragam Sekolah Maung ini berlaku untuk semua siswa mulai dari kelas 10 hingga 12 SMKN 3 Kota Bogor.
Khusus untuk kelas 12, seragam Sekolah Maung bisa digunakan saat pelepasan siswa dan ini dipandang lebih baik ketimbang beli kebaya.
“Kalau beli kebaya kan ada yang sampai satu juta, keinginan kami daripada seperti itu lebih baik bareng sama adik kelasnya, jadi konsep ketika pelepasannya kaya sekolah taruna,“ ungkap David.
Tidak hanya itu seragam Sekolah Maung ini juga dipandang bisa digunakan untuk menunjang aktivitas siswa saat masuk dunia kerja.
“Toh celana, sepatu baju bisa dipakai untuk bekerja, kelas 12 itu, kami sudah pikirkan ke sana, jadi tidak sia-sia uang yang dikeluarkan. Dan sekali lagi itu tidak wajib,” pungkasnya. (bay)
Editor : Eka Rahmawati