RADAR BOGOR - Persaingan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Kota Bogor Tahun 2026 semakin ketat.
Hingga proses seleksi berjalan, sebanyak 13.529 calon peserta didik telah terverifikasi sebagai pendaftar di sistem resmi.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, banyak orang tua mengeluhkan keterbatasan akses pada portal resmi SPMB.
Baca Juga: Hore, 5 Bansos Ini Dikabarkan Bakal Cair Mulai Juli 2026
Sistem tersebut tidak memungkinkan pengguna menyalin data maupun mengambil tangkapan layar (screenshot), sehingga menyulitkan mereka untuk memantau perkembangan posisi putra-putrinya selama proses seleksi berlangsung.
Melihat kondisi tersebut, Dosen Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Sachnaz Desta Oktarina, S.Stat., M.Agr.Sc., Ph.D., bersama Asisten Dosen SSMI IPB University, Rachmat Bintang Yudhianto, S.Kom., M.Si., menghadirkan sebuah dashboard monitoring independen yang memudahkan masyarakat mengakses informasi pendaftar secara lebih interaktif.
Data Disajikan Lebih Mudah Dipantau
Melalui proses retrieval atau penarikan data dari laman resmi SPMB Kota Bogor, tim pengembang menyusun kembali seluruh informasi ke dalam dashboard yang lebih ramah pengguna.
Sachnaz menjelaskan, dashboard tersebut dibuat sebagai sarana monitoring yang dapat membantu masyarakat memperoleh informasi secara lebih terbuka.
"Masyarakat kini dapat memantau perkembangan data pendaftar secara lebih transparan melalui Dashboard Monitoring Kawal SPMB 2026," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 30 Juni 2026.
Dilengkapi Beragam Fitur Analisis Data
Tidak sekadar menampilkan daftar peserta, dashboard ini juga dibekali sejumlah fitur yang memudahkan pengguna melakukan analisis data.
Pengguna dapat mencari nama calon siswa, maupun asal sekolah secara langsung melalui fitur pencarian real-time.
Selain itu, tersedia fasilitas sortir data sehingga posisi pendaftar dapat diketahui lebih cepat.
Dashboard juga menyediakan filter berdasarkan sekolah tujuan, jalur seleksi seperti Prestasi, Domisili, Afirmasi, dan Mutasi, hingga status kependudukan peserta, baik berasal dari dalam maupun luar Kota Bogor.
Statistik Nilai Disajikan Lebih Informatif
Salah satu fitur yang menjadi keunggulan dashboard ini, penyajian statistik distribusi nilai secara lengkap.
Menurut Sachnaz, pengguna dapat melihat statistik lima serangkai yang meliputi nilai minimum, kuartil bawah (Q1), median (Q2), kuartil atas (Q3), hingga nilai maksimum pada kategori Total Rapor ditambah Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta skor sertifikat prestasi.
Baca Juga: Brasil vs Jepang: Samurai Biru Gagal Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Penyajian statistik tersebut membantu orang tua memahami tingkat persaingan pada setiap sekolah tujuan secara lebih objektif.
Data Bisa Diunduh ke Excel
Kemudahan lain yang diberikan adalah fitur ekspor data.
Melalui tombol "Export View Saat Ini" maupun "Export Sekolah Aktif", pengguna dapat mengunduh data yang sedang ditampilkan ke dalam format Excel atau CSV.
Fitur tersebut menjadi solusi atas keterbatasan portal resmi yang tidak menyediakan fasilitas penyalinan data maupun dokumentasi melalui tangkapan layar.
Status Aman dan Gugur Bukan Hasil Resmi
Meski mampu memberikan gambaran persaingan secara komprehensif, tim pengembang mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan status yang muncul pada dashboard sebagai penentu hasil akhir seleksi.
Sachnaz menegaskan, indikator "AMAN" maupun "GUGUR" merupakan hasil simulasi berdasarkan kuota total yang tersedia, bukan keputusan resmi panitia SPMB.
Menurutnya, hingga saat ini pembagian kuota rinci untuk setiap subjalur seleksi belum dipublikasikan secara resmi.
Subjalur tersebut meliputi jalur Rapor Dalam Kota, Rapor Luar Kota, Prestasi Akademik atau Nonakademik Dalam Kota, serta Prestasi Akademik atau Nonakademik Luar Kota.
Baca Juga: Bikin Ngiler, Ini 4 Bakso Legendaris di Bogor yang Isian Dagingnya Melimpah
"Proporsi final masing-masing subjalur sepenuhnya belum bersifat resmi karena masih bergantung pada keputusan pleno Satgas SPMB di setiap sekolah tujuan. Oleh sebab itu, status yang tampil pada dashboard hanya berfungsi sebagai alat bantu perhitungan sementara dan bukan jaminan kelulusan," jelasnya.
Diharapkan Tingkatkan Transparansi SPMB
Kehadiran dashboard independen besutan akademisi SSMI IPB University di laman https://yudheeeeet.github.io/spmb-dashboard/ ini diharapkan, mampu menjadi sarana transparansi informasi bagi masyarakat sekaligus membantu orang tua memantau perkembangan seleksi secara lebih mudah.
Inovasi yang dikembangkan akademisi SSMI IPB University tersebut juga diharapkan, dapat mendukung penyelenggaraan SPMB SMP Kota Bogor 2026 yang lebih terbuka, akuntabel, serta memberikan kemudahan akses informasi kepada seluruh masyarakat. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti