RADAR BOGOR - Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi calon mahasiswa. Bagi Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Nadzira Nurul Fadhilah, memilih jurusan seharusnya tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mempertimbangkan potensi diri dan peluang masa depan.
Menurut Nadzira, Program Studi Bioteknologi UM Bandung menawarkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memperkuat kemampuan praktik melalui berbagai kegiatan laboratorium.
"Di sini kami bukan cuma belajar dari buku. Hampir setiap materi didukung dengan praktikum sehingga konsep yang dipelajari langsung diterapkan. Dosen juga memastikan mahasiswa benar-benar memahami materi, bukan sekadar mengejar nilai," ujarnya saat ditemui di Kampus UM Bandung, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, suasana akademik di Prodi Bioteknologi UM Bandung juga mendorong mahasiswa untuk terus berkembang. Selain aktif mendampingi proses perkuliahan, dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengikuti berbagai program seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga kompetisi karya ilmiah.
"Dosen selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Selama kuliah kami didorong berani mencoba berbagai kegiatan agar pengalaman yang dimiliki semakin luas," katanya.
Tak hanya membangun kemampuan akademik, proses pembelajaran juga membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta terbiasa menyelesaikan berbagai tantangan. Menurut Nadzira, kemampuan tersebut menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja.
Mahasiswa angkatan 2023 itu menuturkan, lulusan Bioteknologi memiliki prospek karier yang luas. Selama kuliah, mahasiswa mempelajari berbagai disiplin ilmu, seperti mikrobiologi, genetika, biologi molekuler, kultur jaringan, teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.
Bekal tersebut membuka peluang berkarier di berbagai sektor, mulai dari industri farmasi, pangan, kesehatan, lingkungan, lembaga penelitian, hingga perusahaan berbasis bioteknologi.
Nadzira menambahkan, budaya riset dan inovasi juga terus dibangun sejak mahasiswa masih duduk di bangku kuliah. Berbagai penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan magang menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan menghasilkan solusi bagi persoalan nyata.
"Kami diajak tidak hanya menjadi mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang membuat kuliah di Bioteknologi terasa menarik sekaligus menantang," ungkapnya.
Ia pun mengajak calon mahasiswa agar tidak ragu memilih jurusan sesuai minat. Menurutnya, bagi yang menyukai bidang biologi, kimia, kesehatan, lingkungan, pertanian, maupun teknologi, Bioteknologi menjadi pilihan yang menjanjikan karena kebutuhannya terus meningkat di berbagai sektor.
"Kalau suka sains dan ingin ilmu yang dipelajari benar-benar bisa diterapkan untuk membantu banyak orang, Bioteknologi adalah pilihan yang tepat. Apalagi Prodi Bioteknologi UM Bandung sudah terakreditasi Unggul, sehingga kualitas pembelajaran, fasilitas, dan pengembangan mahasiswanya sudah terbukti. Jangan takut memilih Bioteknologi karena peluang kariernya luas dan masa depannya sangat menjanjikan," tutupnya.(ded)
Editor : Eka Rahmawati