Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perpusnas dan Unpad Kerja Sama Perkuat Literasi Masyarakat Melalui KKN Tematik 

Muhammad Ruri Ariatullah • Jumat, 10 Juli 2026 | 21:47 WIB
Perpusnas memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026. (Dok. Perpusnas)
Perpusnas memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026. (Dok. Perpusnas)

RADAR BOGOR - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026. Pada pelaksanaan tahun ini, Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk pertama kalinya bergabung sebagai mitra dalam program tersebut yang akan dilaksanakan di 74 desa di wilayah Jawa Barat.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa Unpad menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam KKN Tematik Literasi 2026.

Pada tahun sebelumnya, yakni 2025, program ini telah melibatkan 21 perguruan tinggi dengan sekitar 10.400 mahasiswa yang ditempatkan di 17 provinsi.

Menurut Aminudin, penambahan dua perguruan tinggi pada tahun ini merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Tahun ini ada penambahan dua perguruan tinggi, salah satunya Universitas Padjadjaran, setelah berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami melihat adanya kebutuhan untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan kecakapan literasi di Jawa Barat," ujar E. Aminudin Aziz saat Pelepasan KKN Mahasiswa Unpad Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Unpad Jatinangor, Jumat, 10 Juli 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk memperkuat pembangunan kecakapan literasi masyarakat, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun Jawa Barat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif tinggi, capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) maupun Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masih memerlukan peningkatan.

Tingginya penggunaan media sosial dinilai belum sejalan dengan kebiasaan membaca bahan bacaan yang lebih mendalam dan berkualitas.

Melalui KKN Tematik Literasi, Perpusnas menargetkan pelaksanaan program di 1.000 lokasi yang tersebar di 18 provinsi pada tahun 2026. Di Jawa Barat sendiri, sebanyak 74 desa menjadi lokasi kegiatan, dengan sekitar 740 mahasiswa Unpad yang akan terlibat secara langsung dalam pelaksanaan berbagai program literasi yang didukung oleh Perpusnas.

Secara keseluruhan, Universitas Padjadjaran mengirimkan 1.542 mahasiswa yang didampingi oleh 74 dosen pembimbing lapangan ke 74 desa di Kabupaten Garut, Sukabumi, Cianjur, dan Tasikmalaya. Seluruh kegiatan tersebut mengusung tema "KKN Unpad Berdampak".

Program KKN difokuskan pada penguatan literasi keuangan, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan kesehatan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, Perpusnas menyediakan sekitar 1.000 judul buku di setiap desa lokasi KKN sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar oleh mahasiswa maupun masyarakat setempat.

Dengan demikian, setiap desa memperoleh akses terhadap ribuan bahan bacaan yang diharapkan mampu mendukung peningkatan budaya literasi. Penyediaan koleksi tersebut menjadi wujud komitmen Perpusnas dalam membangun budaya baca melalui kemitraan dengan perguruan tinggi.

Aminudin juga menilai bahwa mahasiswa memiliki kedekatan yang baik dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi agen penggerak literasi di tingkat desa.

Kehadiran mahasiswa dinilai lebih mudah diterima oleh masyarakat sehingga pelaksanaan berbagai program literasi dapat berjalan lebih efektif.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta KKN memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembangunan manusia di Jawa Barat maupun Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief S. Kartasasmita, menegaskan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung bersama masyarakat.

Selain menjadi media pembelajaran di luar lingkungan kampus, program ini juga diharapkan dapat mendukung berbagai kebijakan pemerintah sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Arief berpesan agar seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal untuk belajar dari masyarakat serta menjaga nama baik Universitas Padjadjaran selama melaksanakan kegiatan pengabdian.

"Kami mengucapkan selamat belajar dan selamat melaksanakan KKN. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar langsung dari masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini selaras dengan sejumlah prioritas pembangunan daerah, seperti pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, serta peningkatan literasi masyarakat.

Ia berharap tema KKN yang diusung mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Jawa Barat.

"Semoga tema KKN tahun ini benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Jawa Barat," ucapnya.

Selain itu, seluruh mahasiswa diharapkan dapat menjalankan kegiatan pengabdian dengan lancar, menjaga kesehatan selama bertugas, serta memperoleh pengalaman dan pengetahuan berharga dari interaksi bersama masyarakat.(rur)

Editor : Eka Rahmawati
#unpad #Perpusnas