RADAR BOGOR – Sekolah Alam Al Giva memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru pada Senin, 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak mulai dari jenjang TK, hingga SMP.
Humas Sekolah Alam Al Giva, Handi Sopian menjelaskan, MPLS tahun ajaran 2026/2027 akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat.
“Untuk MPLS di Sekolah Alam Al Giva baru dimulai hari pertama sekarang. Jadi hari ini, mulai dari jenjang TK sampai dengan SMP, dimulai serentak pada hari ini, tanggal 14 Juli,” jelas Handi.
Pada hari pertama, para siswa baru diajak mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan berkeliling ke berbagai fasilitas yang dimiliki Sekolah Alam Al Giva.
“Karena merupakan hari pertama, kegiatannya adalah pengenalan lingkungan sekolah. Jadi, para siswa baru diajak melihat objek-objek yang ada di Sekolah Alam Al Giva. Mulai dari amphitheatre, lahan berkebun, masjid, pos satpam, kantor yayasan, hingga kantor admin,” ujarnya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, Sekolah Alam Al Giva juga memperkenalkan tema penamaan kelas yang berbeda setiap tahunnya. Tahun ini, sekolah mengusung tema negara-negara di Benua Asia sebagai identitas masing-masing kelas.
Handi menjelaskan, salah satu kelas menggunakan nama Ankara, ibu kota Turki, yang dipilih sebagai simbol semangat belajar dan penguatan karakter siswa.
“Kota Ankara dikenal sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui nama ini, kami berharap teman-teman tumbuh menjadi pribadi yang mencintai ilmu, memiliki karakter yang kuat, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, logo kelas Ankara menggambarkan perjalanan siswa dalam menuntut ilmu. Masjid dan Al-Qur'an menjadi simbol keimanan, bangunan melambangkan karakter yang kokoh, sedangkan daun dan bintang menggambarkan pertumbuhan, harapan, serta cita-cita yang tinggi.
Menurut Handi, tradisi penamaan kelas tersebut telah menjadi ciri khas Sekolah Alam Al Giva. Tema yang digunakan selalu berganti setiap tahun ajaran.
“Sekolah Alam ini memang unik. Setiap tahun kami selalu menggunakan tema yang berbeda untuk penamaan kelas. Kami pernah memakai nama-nama gunung di Jawa Barat, nama kerajaan Islam, nama taman nasional, hingga nama para sahabat Nabi. Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda agar saat nama kelas dipanggil, ada keunikan tersendiri,” katanya.
Penamaan kelas tersebut berlaku selama satu tahun ajaran penuh dan akan berganti dengan tema baru pada tahun berikutnya.
Handi menilai antusiasme siswa pada hari pertama masuk sekolah sangat tinggi. Selain rindu bertemu teman dan guru, banyak siswa juga diantar langsung oleh orang tuanya.
“Karena ini hari pertama mereka masuk sekolah kembali, suasananya sangat hangat. Mereka tampak kangen dengan lingkungan sekolah, kangen bertemu teman-teman, dan juga guru-gurunya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran para ayah yang mengantar anak ke sekolah juga terlihat cukup banyak. Hal itu sejalan dengan program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang tengah digalakkan di Jawa Barat.
“Kebetulan di Jawa Barat sedang ada program GAMAS. Hal tersebut terlihat tadi pagi, banyak anak yang diantar langsung oleh ayahnya,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati