RADAR BOGOR – Bagi sebagian mahasiswa, menyeimbangkan kuliah, organisasi, dan kompetisi bukan perkara mudah. Namun, hal itu justru menjadi rutinitas Muh. Syabril Diandra selama menempuh pendidikan di IPB University.
Berbekal konsistensi dan semangat belajar, mahasiswa IPB University Program Studi Aktuaria itu, berhasil membangun rekam jejak prestasi di bidang akademik maupun nonakademik hingga kini menyiapkan jalur percepatan studi melalui academic fast-track pathway.
Perjalanan Syabril menuju berbagai pencapaian tidak berlangsung secara instan. Sejak kecil, ia telah terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru karena beberapa kali berpindah daerah mengikuti kondisi keluarga.
Pengalaman tersebut membentuk karakter yang terbuka terhadap perubahan dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
Memasuki jenjang SMA, Syabril memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan di MAN 3 Sleman.
Di sekolah itu, ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi di bidang matematika, riset, inovasi, literasi, hingga kepemimpinan.
Baca Juga: Tragedi Maut Kebakaran Bar di Bangkok Picu Kemarahan Publik, Korban Tembus 30 Jiwa
Berbagai perlombaan yang diikutinya membuahkan hasil. Syabril berhasil mengoleksi puluhan medali di tingkat nasional maupun internasional.
Di antaranya International Gold Medal AISEEF 2023, International Bronze Medal IYSA 2021, serta sejumlah gelar juara nasional pada kompetisi matematika, business plan, riset, dan inovasi.
Atas capaian tersebut, ia juga memperoleh penghargaan sebagai siswa berprestasi di MAN 3 Sleman.
Selepas SMA, Syabril diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk memperoleh kesempatan diterima di Chen Shiu University Taiwan pada program Teknik Elektro.
Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan di IPB University pada Program Studi Aktuaria, karena melihat kampus tersebut memiliki lingkungan yang mendukung pengembangan akademik, riset, dan kepemimpinan mahasiswa.
Keputusan itu menjadi awal perjalanan baru. Di IPB, Syabril tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui penelitian, organisasi, dan kompetisi.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Kementerian Pendidikan.
Penelitian yang ia lakukan bersama tim kemudian mengantarkan mereka menjadi Finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37, ajang ilmiah mahasiswa paling bergengsi di Indonesia.
Menurut Syabril, proses menuju PIMNAS menjadi pengalaman yang paling banyak memberikan pelajaran.
Tim harus melewati berbagai tahapan, mulai dari penyusunan proposal, seleksi nasional, pelaksanaan penelitian di lapangan, pengolahan data, hingga mempresentasikan hasil penelitian di hadapan para juri.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026, DPRD Minta Masyarakat Bogor Berikan Data Akurat Demi Kebijakan Berkualitas
Banyak tantangan selama proses tersebut, mulai dari pengumpulan data, koordinasi tim, revisi yang berulang kali, hingga membagi waktu dengan kuliah dan organisasi.
"Dari situ saya belajar bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang konsistensi, kerja sama tim, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri," ujarnya.
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Syabril juga dikenal aktif memimpin berbagai organisasi kemahasiswaan.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Sosial Politik BEM KM IPB University, Presiden Dewan Energi Mahasiswa, serta mendirikan Pena Rangres Indonesia, sebuah komunitas literasi yang berfokus pada isu sosial dan lingkungan.
Baginya, organisasi menjadi ruang belajar yang melengkapi pengalaman di ruang kuliah.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, ia belajar membangun komunikasi, memimpin tim, menyusun program kerja, hingga mengambil keputusan di tengah berbagai dinamika.
Di tengah padatnya aktivitas, Syabril mengaku selalu berusaha menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi.
Ia membiasakan diri menyusun target mingguan, membuat daftar prioritas, serta mengelola waktu secara disiplin agar setiap tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik.
"Kuliah tetap menjadi prioritas utama. Organisasi menjadi tempat belajar kepemimpinan, sedangkan kompetisi menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik. Menurut saya, produktif bukan berarti sibuk setiap saat, tetapi mampu mengelola energi dengan baik," katanya.
Komitmennya untuk terus berkembang juga terlihat dari langkah yang kini ia tempuh dalam mempersiapkan pendidikan pascasarjana.
Baca Juga: Roemah Seafood Bandung, Surga Kuliner Seafood Segar dengan Lobster Jumbo
Syabril membangun academic fast-track pathway melalui berbagai program akademik internasional sebagai bekal menghadapi studi lanjut dan memperluas jejaring keilmuan.
Salah satu program yang telah diikutinya adalah Online Graduate Lecture Series yang diselenggarakan The University of Melbourne.
Program tersebut memberikan pengalaman mengikuti pembelajaran tingkat pascasarjana bersama akademisi internasional dengan materi mengenai metodologi penelitian, isu-isu riset mutakhir, serta peluang kolaborasi lintas negara.
Pengalaman itu menjadi fondasi bagi Syabril untuk memperluas wawasan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pendidikan pascasarjana berstandar internasional.
Ke depan, ia juga berencana mengikuti Summer Course Universitas Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik.
Melalui program tersebut, ia ingin memperdalam kemampuan berpikir kritis, metodologi riset, komunikasi akademik, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai institusi.
Bagi Syabril, setiap prestasi yang diraih bukanlah tujuan akhir. Penghargaan dan gelar hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Baca Juga: Ayam dan Bebek Goreng Aroma Benhil Jadi Kuliner Favorit 24 Jam, Harga Mulai Rp20 Ribu
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkarier di bidang keuangan, analisis data, dan kebijakan publik.
Di saat yang sama, ia ingin tetap aktif dalam gerakan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda.
"Saya ingin menjadi profesional yang tidak hanya berhasil dalam karier, tetapi juga mampu menciptakan ruang belajar, peluang, dan inspirasi bagi generasi muda. Saya percaya prestasi yang paling bermakna adalah prestasi yang membawa manfaat bagi orang lain," pungkasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin