Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Guru SMP dan SMA Bina Insani Mandiri Ponpes Al Ihsan Baron Bogor Ikuti IHT

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:09 WIB
IHT di Ponpes Al Ihsan Baron. (Fauzan/Radar Bogor)
Kegiatan In House Training (IHT) di Ponpes Al Ihsan Baron. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Tenaga pendidik SMP dan SMA Bina Insani Mandiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan Baron mengikuti kegiatan In House Training (IHT) yang digelar pada 13 hingga 16 Juli 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan guru dalam menghadapi tahun ajaran baru sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Ketua Yayasan Ponpes Al Ihsan Baron, Lupiyanto menjelaskan, setiap memasuki tahun ajaran baru para guru perlu mendapatkan penyegaran materi dan penguatan kompetensi agar mampu memberikan pembelajaran yang lebih bermakna kepada peserta didik.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

"Tahun baru pasti ada materi baru yang akan disampaikan oleh Pak Pengawas, tentunya ini bertujuan supaya Bapak/Ibu menjadi guru yang profesional, mampu memberikan pembelajaran yang lebih bermakna, serta terampil dalam merancang pengajaran hingga tahap penilaian," ujarnya.

Menurutnya, IHT merupakan agenda rutin yang perlu dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi wadah pembelajaran, kegiatan tersebut juga berfungsi untuk mengingat kembali berbagai kompetensi yang telah dimiliki guru.

"Ini adalah proses yang biasa dilalui, tetapi setiap tahun memang harus ada IHT supaya kita bisa me-refresh kembali ingatan kita, agar kualitas kita menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi," katanya.

Lupiyanto menuturkan, seorang guru dituntut untuk terus mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Mulai dari teknik mengajar, metode pembelajaran, hingga pembaruan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

"Guru harus terus update dengan teknik-teknik yang baru, aktif dengan metode pembelajaran baru, bahkan terus memperbarui pengetahuannya. Saya kira, itulah yang mencerminkan sosok guru yang sebenarnya. Kuncinya memang harus terus update dan update," jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan IHT dengan sungguh-sungguh. Sebab, pelatihan tersebut merupakan bagian penting dari persiapan sebelum memasuki proses belajar mengajar.

"Saya harapkan selama beberapa hari ke depan kita bisa mengikutinya dengan sungguh-sungguh, karena ini adalah bagian dari persiapan kita bersama," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Lupiyanto juga mengutip sebuah pepatah yang menggambarkan pentingnya persiapan sebelum melaksanakan tugas.

"Seandainya saya ditugaskan untuk menebang pohon yang besar dan diberikan waktu enam hari, maka empat hari di antaranya akan saya gunakan khusus untuk mengasah kapak saya," tuturnya.

Ia menjelaskan, filosofi tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan dalam mengajar sangat ditentukan oleh kesiapan guru sebelum memasuki kelas.

"Kalau kita diberi waktu mengajar satu jam, maka persiapannya harus lebih dari satu jam. Persiapan yang matang akan membuat pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif," katanya.

Di akhir sambutannya, Lupiyanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta karena proses pembangunan di lingkungan sekolah masih berlangsung. 

Ia berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para guru dalam mengikuti pelatihan.

"Kami mewakili pihak yayasan memohon maaf sebesar-besarnya karena proses pembangunan di area sekolah masih berjalan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena kita memang sedang terus berbenah," pungkasnya.

Sementara itu SMP dan SMA Bina Insan Mandiri berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al Ihsan Baron Bogor dan berlokasi di Jalan Ponpes Baron, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor yang mengintegrasikan kurikulum nasional (terakreditasi) dengan kurikulum kepesantrenan, dan program Tahfid. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
Bina Insani bogor Al Ihsan