Tutup MPLS, Siswa SD di Kota Bogor Diajak Menanam dan Merawat Pohon

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:06 WIB
Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Gunung Batu 2, Kelurahan Loji, Kota Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Gunung Batu 2, Kelurahan Loji, Kota Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Gunung Batu 2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Senin, 20 Juli 2026 diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa sejak hari pertama mereka mengenal dunia sekolah.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim menghadiri kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi serta Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi. Sebelum memulai penanaman, Dedie dan Yantie juga berbaur dengan para siswa melalui kegiatan bernyanyi bersama.

Menurut Dedie Rachim, penanaman pohon menjadi salah satu media pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sejak dini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya sebatas menanam bibit, tetapi juga mengajarkan anak-anak pentingnya merawat tanaman hingga tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Lapangan Sempur Bogor Ditutup sampai 17 Agustus 2026, Warga Bisa Joging ke SSA

"Intinya kita ingin anak-anak atau siswa didik mulai diperkenalkan untuk peduli kepada lingkungan, salah satunya masing-masing anak kita minta untuk belajar menanam pohon, tujuannya untuk lebih mengenalkan alam lingkungan dan mengajarkan mereka bagaimana para siswa didik belajar bersama-sama melestarikan alam dan lingkungan," ujar Dedie.

Ia menjelaskan, setiap siswa diharapkan memiliki rasa memiliki terhadap pohon yang ditanam sehingga terdorong untuk ikut menjaga dan merawatnya. Dengan cara tersebut, kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dapat tumbuh melalui pengalaman langsung.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemerintah Kota Bogor berencana mengembangkan sebuah aplikasi yang memungkinkan perkembangan setiap pohon hasil penanaman siswa dapat dipantau secara berkala. Inovasi tersebut diharapkan mendukung proses pembelajaran yang berkesinambungan sekaligus memotivasi siswa untuk terus merawat tanaman yang menjadi tanggung jawabnya.

"Selain menanam, para siswa juga belajar merawat, sehingga harapannya dalam satu masa, sejak kelas satu hingga kelas enam SD ada pohon tumbuh dengan baik sudah berbunga atau berbuah," ungkapnya.

Melalui program ini, Pemkot Bogor berharap budaya mencintai lingkungan dapat tertanam sejak usia sekolah dan terus melekat hingga para siswa dewasa. Selain mendukung upaya penghijauan di kawasan sekolah, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian alam.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor mpls sd