KAIFA ke-20 FAI UIKA Bogor Diikuti Ratusan Mahasiswa, Ini yang Dibahas

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:07 WIB
KAIFA ke-20 FAI di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Selasa, 21 Juli 2026. (Dok. UIKA)
KAIFA ke-20 FAI di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Selasa, 21 Juli 2026. (Dok. UIKA)

RADAR BOGOR – Sebanyak lebih dari 200 mahasiswa mengikuti Kajian Mahasiswa Fakultas Agama Islam (KAIFA) Sesi ke-20 yang diselenggarakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor di Kampus UIKA, Kota Bogor, Selasa, 21 Juli 2026.

Seminar bertajuk "Edukasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam Meningkatkan Kesadaran Moral dan Kesehatan Islami" itu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami isu LGBT dan HIV/AIDS berdasarkan perspektif Islam. 

Kegiatan tersebut diikuti jajaran organisasi mahasiswa (Ormawa) dan menghadirkan Psikolog Islam sekaligus Dekan FAI UIKA, Prof. Dr. Imas Kania Rahman, serta Syaiful Falah sebagai narasumber.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FAI UIKA, Dr. Yono, menjelaskan KAIFA merupakan forum kajian rutin yang kini memasuki penyelenggaraan ke-20. 

Baca Juga: Usep Nukliri Dorong Rehabilitasi MIS Al Barkah Sukawangi Melalui Program Hibah dari APBD Kabupaten Bogor

Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran di luar perkuliahan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

"KAIFA bertujuan meningkatkan nalar berpikir mahasiswa di luar kelas. Kajian ini menjadi ruang untuk membahas berbagai isu yang tidak seluruhnya dipelajari dalam proses perkuliahan," ujarnya.

Ia mengatakan tema mengenai LGBT dan HIV/AIDS dipilih karena dinilai penting dipahami mahasiswa melalui perspektif ajaran Islam. 

Pada tahap awal, peserta difokuskan kepada pengurus organisasi mahasiswa yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan edukasi di lingkungan kampus.

"Ormawa adalah garda terdepan. Setelah ini, kami juga akan mengadakan kajian serupa bagi seluruh mahasiswa Fakultas Agama Islam," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA, Prof. Dr. Hambari mengatakan, mahasiswa harus memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan akademik maupun dakwah.

"Kami berharap mahasiswa FAI menjadi juru dakwah sekaligus penggerak edukasi di masyarakat, pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat disampaikan secara bertanggung jawab, termasuk melalui media sosial," tuturnya.

Pada sesi materi, Prof. Dr. Imas Kania Rahman memaparkan pandangan mengenai LGBT berdasarkan perspektif Islam. 

Ia mengajak mahasiswa memperkuat pemahaman keagamaan agar mampu menyikapi berbagai perkembangan sosial sesuai nilai-nilai yang diyakini.

Sementara itu, narasumber kedua, Syaiful Falah, menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima. 

Ia mengingatkan peserta agar membiasakan diri melakukan tabayun atau menelaah setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Kegiatan KAIFA Sesi ke-20 yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama sebagai penutup rangkaian acara. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
Kaifa bogor UIKA