RADAR BOGOR – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin meluas di berbagai sektor, termasuk dalam dunia akuntansi dan penyusunan sustainability reporting atau laporan keberlanjutan.
Menyikapi perkembangan tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital, Fakultas Vokasi IBI Kesatuan menggelar International Guest Lecture bertajuk “When AI Meets ESG: Building Transparent and Reliable Sustainability Reporting”.
Kegiatan itu sebagai wadah memperkaya wawasan mahasiswa mengenai transformasi profesi akuntansi di era digital.
Kegiatan yang berlangsung secara luring di Aula B IBI Kesatuan pada Senin (20/7) itu menghadirkan akademisi dari Multimedia University (MMU) Cyberjaya, Malaysia, Mr. Abdul Aziz Ahmad, Ph.D., sebagai pembicara utama.
Kuliah tamu internasional tersebut diikuti mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika IBI Kesatuan yang antusias mendalami pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung praktik bisnis yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Abdul Aziz Ahmad menjelaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence mampu mengubah cara organisasi menyusun laporan keberlanjutan.
Baca Juga: AS Resmi Setujui Kerja Sama Nuklir Sipil dengan Arab Saudi, Ini Isi Kesepakatan dan Dampaknya
Menurutnya, AI dapat mempercepat proses pengolahan data, meningkatkan akurasi analisis, sekaligus menghasilkan informasi yang lebih transparan bagi para pemangku kepentingan.
Ia menilai integrasi AI dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pelaporan yang kredibel dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap sebuah organisasi.
"Pemanfaatan kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data keberlanjutan. Dengan dukungan AI, organisasi dapat mengotomatisasi berbagai proses, melakukan analisis secara real time, serta menghasilkan laporan ESG yang lebih akurat, transparan, dan dapat dipercaya," paparnya.
Selain memaparkan manfaat AI, sesi diskusi juga membahas sejumlah tantangan dalam implementasinya di bidang akuntansi.
Mulai dari pentingnya menjaga kualitas data, penerapan etika dalam penggunaan teknologi, hingga kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi digital agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan AI.
Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Bisnis Digital Fakultas Vokasi IBI Kesatuan memandang kegiatan ini sebagai bagian dari strategi penguatan kualitas pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global.
Melalui kuliah tamu internasional tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan langsung dari akademisi luar negeri, tetapi juga mendapatkan perspektif baru mengenai perubahan peran profesi akuntan di tengah pesatnya transformasi digital.
Ketua Program Studi Akuntansi Bisnis Digital menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Guest Lecture merupakan salah satu bentuk komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi internasional.
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri diharapkan mampu memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing global dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Baca Juga: Pesona Jalan Braga Tak Pernah Pudar, Ini Daya Tarik yang Selalu Memikat Wisatawan
"Kolaborasi akademik lintas negara menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan. Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas sehingga mahasiswa memiliki kompetensi internasional, memahami perkembangan teknologi terkini, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Vokasi IBI Kesatuan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Integrasi Artificial Intelligence, tata kelola perusahaan yang baik, serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diharapkan menjadi bekal bagi lulusan untuk berkontribusi dalam praktik bisnis yang inovatif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab di tingkat nasional maupun global. (***)
Editor : Yosep Awaludin