Jejak Karier Yama Sumbodo, dari Reporter TV Nasional ke Ruang Kuliah UIKA Bogor

Muhammad Ali • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:03 WIB
Yama Pradhana Sumbodo saat menyampaikan materi di hadapan mahasiswa. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Yama Pradhana Sumbodo saat menyampaikan materi di hadapan mahasiswa. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Berawal dari dunia perbankan, Yama Sumbodo akhirnya menemukan panggilannya di dunia jurnalistik hingga dipercaya menjadi reporter di salah satu televisi nasional. 

Kini, pengalaman selama 6 tahun di lapangan didedikasikan pemilik nama lengkap Yama Pradhana Sumbodo untuk mencetak calon jurnalis sebagai dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Yama mengawali pendidikannya di Program Diploma Tiga (D3) Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Komunikasi dan setelah lulus, ia sempat bekerja di sektor perbankan selama kurang lebih empat tahun.

Perjalanan kariernya berubah ketika melanjutkan studi kelas karyawan di Universitas Mercu Buana Jakarta. Di kampus tersebut, ia bertemu dengan sejumlah teman yang bekerja di industri media. 

Baca Juga: Naik dari 6 Jadi 9 Emas, Taekwondo Kota Bogor Pasang Target Tinggi di Porprov Jabar 2026

Berbagai cerita dan pengalaman yang dibagikan rekan-rekannya membuat Yama tertarik untuk beralih profesi ke dunia jurnalistik.

"Saya mencoba untuk ikut tes di TV nasional, persaingan yang cukup ketat dan alhamdulillah saya bisa berhasil menjadi salah satu reporter news, saya tertarik karena dunia jurnalis itu penuh tantangan dan dinamis," ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat, 24 Juli 2026.

Selama berkarier sejak 2012 hingga 2018, Yama menangani berbagai jenis liputan, bahkan, ia pernah dipercaya menjadi Wartawan Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden. Berbagai penugasan membawanya berkeliling Indonesia hingga beberapa negara. 

Ia juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Presiden, Wakil Presiden, menteri, kepala daerah, kepala lembaga negara, tokoh nasional, serta masyarakat yang menginspirasi. 

Selain meliput penyusunan kabinet, dan pelantikan Presiden, pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat bertugas di Tanah Suci dan Turki.

Setelah mengakhiri karier jurnalistik pada 2018, Yama memilih melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan, keputusan tersebut didorong oleh keinginannya untuk membagikan pengalaman kepada generasi muda melalui pendidikan komunikasi dan jurnalistik yang berbasis dakwah Islam.

"Usia yang sudah tidak lagi muda dan keinginan untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan terutama di bidang komunikasi dan jurnalistik yang berbasis dakwah keislaman sehingga mengantarkan saya bergabung dengan keluarga besar UIKA," tuturnya.

Di ruang kuliah, Yama mengaku menerapkan pendekatan yang lebih dekat dengan mahasiswa, pengalaman sebagai praktisi lapangan membuatnya lebih mudah menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata di dunia jurnalistik. 

"Karena saya orang lapangan dan kebiasaan saya bersosialisasi dengan berbagai kalangan, sehingga saya menempatkan diri sebagai sahabat bagi mahasiswa sehingga kegiatan perkuliahan menyenangkan dan memudahkan mahasiswa untuk memahami materi," jelasnya

Menurutnya, pembelajaran juga harus diperkuat dengan praktikum agar mahasiswa memiliki bekal sebelum terjun ke dunia kerja.

Yama berharap mahasiswa benar-benar menekuni dunia jurnalistik jika ingin menjadi jurnalis profesional. 

"Dimulai dari membaca dan menulis artikel, kemudian bersosialisasi dengan siapa pun dan kapan pun, termasuk siap ditempatkan di medan peliputan yang menantang," pungkasnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Yama Sumbodo UIKA